Kini, 16 Juta Anggota Muhammadiyah Bisa Bayar Iuran Lewat BYOND by BSI
Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan inovasi terbaru yang memudahkan jutaan anggota Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk membayar iuran keanggotaan. Dengan fitur pembayaran digital yang terintegrasi dalam aplikasi BYOND by BSI, sekitar 16 juta anggota kini bisa melakukan transaksi secara praktis dan aman.
Integrasi Ekosistem Digital untuk Kemudahan Transaksi

Kolaborasi antara BSI dan Muhammadiyah menghadirkan solusi digital yang mempercepat proses pembayaran iuran. Pengguna hanya perlu membuka menu “Bayar” di aplikasi BYOND by BSI, lalu memilih opsi “Iuran Muhammadiyah”. Proses ini terhubung langsung dengan platform MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp) dan SatuMu, sistem digital yang digunakan untuk pengelolaan data keanggotaan dan organisasi.
Fitur ini tidak hanya mempermudah pembayaran, tetapi juga meningkatkan transparansi dan keamanan. Selain itu, BSI menyediakan QRIS Soundbox yang mendukung transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah, menjadikan proses administrasi lebih efisien.
Sinergi untuk Transformasi Digital

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara Muhammadiyah sebagai organisasi besar di Indonesia dengan BSI dalam mewujudkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses dan terintegrasi.
“Melalui integrasi Aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara praktis. Selain itu, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah,” ujarnya.
Pengembangan Platform SatuMu untuk Tata Kelola Terpadu

SatuMu adalah platform digital yang dirancang untuk membangun tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah. Platform ini mencakup berbagai fitur seperti Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), serta layanan lainnya seperti IuranMU, JDIH, Sistem Manajemen AUM, dan Sistem Manajemen Kesehatan (PKU).
Saat ini, dua dari enam fitur telah diluncurkan. Fitur pertama adalah Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah yang telah merekam data 3 juta anggota, sementara fitur kedua adalah DOM yang mencatat struktur organisasi hingga tingkat ranting.
Komitmen BSI untuk Ekosistem Digital yang Inklusif

Penguatan kapasitas digital menjadi prioritas BSI dalam upaya transformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses. Dengan ekosistem digital yang terintegrasi, BSI berkomitmen untuk menciptakan ekosistem baru yang mendorong pertumbuhan transaksi digital.
“Kami percaya bahwa inovasi digital akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anggota Muhammadiyah yang ingin mengakses layanan keuangan secara lebih mudah dan transparan,” tambah Kemas.
FAQ
Apa saja fitur utama dari platform SatuMu?
SatuMu memiliki enam fitur utama, yaitu Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), IuranMU, JDIH, Sistem Manajemen AUM, dan Sistem Manajemen Kesehatan (PKU). Dua fitur telah diluncurkan, sementara empat lainnya sedang dalam pengembangan.
Bagaimana cara membayar iuran keanggotaan Muhammadiyah melalui BYOND by BSI?
Pengguna cukup membuka menu “Bayar” di aplikasi BYOND by BSI, lalu memilih opsi “Iuran Muhammadiyah”. Proses ini terintegrasi dengan platform MASA dan SatuMu.
Apa manfaat dari penggunaan QRIS Soundbox?
QRIS Soundbox memudahkan transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah, sehingga proses administrasi menjadi lebih efisien dan cepat.
Bagaimana BSI berkontribusi dalam transformasi digital Muhammadiyah?
BSI memberikan solusi digital yang terintegrasi, termasuk pembayaran iuran, pengelolaan data keanggotaan, dan layanan keuangan syariah yang aman dan transparan.
Apa tujuan dari pengembangan platform SatuMu?
Tujuan utama SatuMu adalah membangun tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah yang terpadu dan efisien, serta menciptakan Satu Data Muhammadiyah yang akurat dan terkini.
Penutup
Kolaborasi antara BSI dan Muhammadiyah menjadi contoh nyata bagaimana inovasi digital dapat memperkuat hubungan antara lembaga keuangan dan organisasi sosial. Dengan layanan yang mudah diakses dan transparan, 16 juta anggota Muhammadiyah kini dapat memenuhi kewajiban keanggotaannya dengan lebih efisien. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.










