nasional

Pemilik Krakatau Steel Sebut Perusahaan Mulai Pulih Setelah Diberi Dana Rp4,9 T

25
×

Pemilik Krakatau Steel Sebut Perusahaan Mulai Pulih Setelah Diberi Dana Rp4,9 T

Share this article

Kondisi Keuangan Krakatau Steel Mulai Membaik Setelah Dukungan Pendanaan Rp4,9 Triliun dari Danantara

Pembangunan kembali industri baja nasional kembali mendapat angin segar setelah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menerima suntikan dana sebesar Rp4,9 triliun dari PT Danantara Aset Management (Persero). Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perusahaan dan memacu pemulihan operasional yang lebih optimal.

Langkah Transformasi untuk Pemulihan Perusahaan

Krakatau Steel berdiri megah di tengah kota

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa Krakatau Steel kini sedang bergerak menuju kondisi finansial yang lebih sehat. Hal ini dilakukan melalui berbagai langkah transformasi yang mencakup intervensi keuangan, operasional, hingga tata kelola perusahaan.

“Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial,” ujar Dony dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

[Image suggestion: Dony Oskaria berbicara di hadapan anggota DPR]

Skema Pinjaman Pemegang Saham untuk Meningkatkan Likuiditas

Sebagai pemegang saham, Danantara memberikan dukungan pendanaan kepada Krakatau Steel dengan skema pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp4,9 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk modal kerja sebesar Rp4,18 triliun serta program pengunduran diri sukarela (golden handshake) dan penyehatan dana pensiun senilai Rp752,8 miliar.

Modal kerja akan digunakan untuk pembelian bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolled Coil (CRM), serta mendukung pasokan bahan baku pabrik pipa. Sementara itu, pendanaan untuk program GHS dan dana pensiun dilakukan melalui mekanisme lump sum window.

[Image suggestion: Pabrik Krakatau Steel dengan mesin produksi modern]

Perjanjian Pinjaman dengan Tenor Panjang

Krakatau Steel dan Danantara Aset Management telah menandatangani perjanjian pinjaman pada 19 Desember 2025. Pinjaman tersebut terdiri dari dua skema, yakni pinjaman modal kerja Rp4,18 triliun dengan tenor minimal lima tahun dan pinjaman Rp752,8 miliar dengan tenor minimal enam tahun.

Manajemen Krakatau Steel menyatakan bahwa dukungan pendanaan ini sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional dan mendukung pemulihan bisnis baja setelah perbaikan fasilitas produksi. Selain itu, pendanaan ini juga menjadi bagian dari program restrukturisasi utang yang telah efektif sejak Oktober 2025.

[Image suggestion: Dokumen perjanjian pinjaman antara Krakatau Steel dan Danantara]

Dampak Positif pada Biaya Produksi dan Daya Saing

Dengan adanya dukungan pendanaan melalui Pinjaman Pemegang Saham, Krakatau Steel diharapkan memiliki likuiditas yang lebih kuat. Hal ini akan memungkinkan perusahaan menjalankan kegiatan operasional secara lebih optimal. Dampak langsungnya adalah penurunan biaya produksi serta peningkatan daya saing produk Perseroan.

“Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan biaya produksi serta peningkatan daya saing produk Perseroan,” tulis manajemen Krakatau Steel dalam laporan BEI.

[Image suggestion: Produk baja Krakatau Steel yang berkualitas tinggi]

Tantangan dan Peluang di Sektor Baja Nasional

Meski kondisi keuangan Krakatau Steel mulai membaik, tantangan tetap ada. Industri baja nasional masih menghadapi tekanan dari persaingan global dan fluktuasi harga bahan baku. Namun, dengan dukungan pendanaan dari Danantara, perusahaan memiliki peluang besar untuk bangkit dan kembali menjadi salah satu produsen baja terbesar di Indonesia.

[Image suggestion: Pemandangan pabrik baja Krakatau Steel di Cilegon]

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan dari pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh Danantara ke Krakatau Steel?

Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat likuiditas dan mendukung pemulihan bisnis perusahaan setelah masa restrukturisasi.

Bagaimana dana pinjaman akan dialokasikan?

Dana akan dialokasikan untuk modal kerja sebesar Rp4,18 triliun dan program pengunduran diri sukarela serta penyehatan dana pensiun senilai Rp752,8 miliar.

Apakah pinjaman ini berdampak positif pada daya saing Krakatau Steel?

Ya, dengan likuiditas yang lebih kuat, Krakatau Steel diharapkan bisa menjalankan operasional secara optimal dan meningkatkan daya saing produknya.

Bagaimana proses restrukturisasi utang Krakatau Steel berjalan?

Program restrukturisasi utang telah efektif sejak Oktober 2025 dan didukung oleh pendanaan tambahan dari Danantara.

Apa peran Danantara dalam pemulihan Krakatau Steel?

Danantara bertindak sebagai pemegang saham yang memberikan dukungan pendanaan melalui skema pinjaman pemegang saham untuk memperkuat posisi keuangan Krakatau Steel.

[Image suggestion: Tim manajemen Krakatau Steel bekerja sama dengan Danantara]

Kesimpulan

Pemulihan Krakatau Steel tidak hanya menjadi kabar baik bagi perusahaan, tetapi juga bagi seluruh industri baja nasional. Dengan dukungan pendanaan dari Danantara, perusahaan kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk kembali bersaing di pasar global. Dalam waktu dekat, peningkatan kinerja Krakatau Steel akan menjadi indikator penting bagi pertumbuhan sektor industri logam di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *