Teknologi Otomotif

PLN Bangun Jalan Listrik, Pusat Pengisian Tiap 300 Km Tampung 20 Kendaraan

22
×

PLN Bangun Jalan Listrik, Pusat Pengisian Tiap 300 Km Tampung 20 Kendaraan

Share this article

Kehadiran ‘Tol Listrik’ di Indonesia, PLN Bangun Jaringan SPKLU Center Tiap 300 KM

Pembangunan infrastruktur kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus mengalami percepatan. PT PLN (Persero) kini tengah membangun jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center yang tersebar di sepanjang jalur strategis nasional. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik dan mendukung mobilitas jarak jauh pengguna.

Menurut EVP Pengembangan Produk Niaga PT PLN Ririn Rachmawardini, pembangunan SPKLU Center dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata jarak tempuh baterai kendaraan listrik yang beredar di Indonesia. Dengan jarak sekitar 300 kilometer antar stasiun, PLN berupaya memastikan kebutuhan pengisian daya tersedia sebelum batas tersebut tercapai.

“Kami sudah mulai menyiapkan SPKLU Center. Di setiap jarak hampir 300 kilometer, karena kita tahu rata-rata dari baterai yang beredar itu di 300 km. Jadi sebelum 300 km itu biasanya kami sudah menyiapkan SPKLU Center,” ujarnya dalam acara EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia.

Perbedaan SPKLU Center dengan SPKLU Titik

SPKLU Center di jalan tol

SPKLU Center dirancang berbeda dari SPKLU titik yang umumnya hanya memiliki satu atau dua pengisi daya. SPKLU Center dibangun dengan kapasitas besar untuk melayani kebutuhan pengisian secara cepat, terutama di jalur dengan trafik tinggi.

“Kalau SPKLU point itu mungkin hanya satu atau dua charger saja, tapi kalau center itu kami membuat sampai 10-20 slot parkir,” tambah Ririn.

Selain itu, PLN juga mulai mengalihkan dominasi pengisian daya dari AC ke DC untuk memangkas waktu pengisian. Strategi ini dilakukan karena sebelumnya banyak komplain terkait lama proses pengisian daya.

Lokasi Strategis dan Dukungan Investor

SPKLU Center difokuskan di lokasi-lokasi strategis seperti jalan tol, rest area, dan jalur utama antarkota. Keberadaan fasilitas ini menjadi sinyal kepastian bagi investor dan mitra swasta untuk masuk ke bisnis pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.

“Ketika mitra melihat ada kepastian dan backbone-nya sudah dibangun, minat untuk masuk itu meningkat,” ujar Ririn.

Dengan penguatan jaringan SPKLU Center secara nasional, PLN optimistis ekosistem kendaraan listrik akan semakin matang dan mampu mendukung percepatan transisi energi di sektor transportasi.

Tantangan dan Solusi dalam Ekosistem Kendaraan Listrik

Meski pembangunan infrastruktur kendaraan listrik terus berkembang, tantangan masih tetap ada. Salah satunya adalah range anxiety atau ketakutan pengguna kendaraan listrik terhadap keterbatasan jarak tempuh dan lokasi pengisian daya.

PLN mencoba mengatasi hal ini dengan membangun SPKLU Center yang lebih besar dan lebih efisien. Selain itu, perusahaan juga berkolaborasi dengan mitra-mitra untuk memperkuat jaringan dan memberikan layanan terbaik bagi pengguna.

Pemetaan Infrastruktur dan Perencanaan Masa Depan

PLN telah merencanakan penyebaran SPKLU Center secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Fokus utamanya adalah jalur-jalur yang sering dilewati oleh pengguna kendaraan listrik, termasuk jalan tol dan jalur antarkota.

Ririn menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan sistem digital yang bisa memudahkan pengguna dalam mencari dan menggunakan SPKLU Center.

Kebutuhan Infrastruktur untuk Mendukung Pertumbuhan EV

Seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya juga meningkat. Berdasarkan data terbaru, jumlah kendaraan listrik telah mencapai 274 ribu unit. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan BUMN seperti PLN harus terus mempercepat pembangunan infrastruktur.

Selain itu, pemerintah juga telah menyusun regulasi baru untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi emisi karbon. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

FAQ

Apa itu SPKLU Center?

SPKLU Center adalah stasiun pengisian kendaraan listrik yang dirancang dengan kapasitas besar dan lokasi strategis untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

Bagaimana SPKLU Center berbeda dari SPKLU Titik?

SPKLU Center memiliki kapasitas lebih besar dan mampu melayani pengisian daya dalam jumlah yang lebih banyak, terutama di jalur dengan trafik tinggi.

Mengapa PLN memilih pengisian daya DC?

Pengisian daya DC lebih cepat dan efisien dibandingkan AC, sehingga membantu mengurangi waktu pengisian dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Apa tujuan dari pembangunan ‘tol listrik’?

Tujuan dari ‘tol listrik’ adalah untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik dan mendukung mobilitas jarak jauh pengguna.

Bagaimana keberadaan SPKLU Center memengaruhi investor?

Keberadaan SPKLU Center memberikan kepastian dan dukungan infrastruktur yang diperlukan oleh investor dan mitra swasta untuk masuk ke bisnis pengisian daya kendaraan listrik.

Kesimpulan

Pembangunan SPKLU Center oleh PLN menjadi langkah penting dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan lokasi strategis dan kapasitas besar, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pengguna terkait ketersediaan pengisian daya. Selain itu, proyek ini juga menjadi daya tarik bagi investor untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, BUMN, dan swasta, Indonesia siap menjadi salah satu negara dengan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *