KAI Percepat Proses Pengadaan 30 Rangkaian KRL Jabodetabek Setelah Dapat Dana Rp5 Triliun
Pengadaan 30 rangkaian kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek yang dibiayai oleh dana sebesar Rp5 triliun dari pemerintah kini sedang dalam proses pengerjaan. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa penambahan ini tidak hanya berfokus pada desain kereta, tetapi juga jaringan sistem transportasi yang mendukung.
Progres Penambahan 30 Rangkaian KRL Jabodetabek

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa saat ini, proses pengerjaan terus berjalan. “Ya kita lagi berprogres lah. Yang pertama tentunya adalah desainnya. Nah desainnya ini kan tidak hanya kereta tuh, juga jaringannya kita lihat desainnya dulu lah,” ujarnya saat diwawancara di Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat.
KAI menargetkan pengadaan 30 rangkaian KRL Jabodetabek akan rampung pada tahun ini. Hal ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan perjalanan bagi masyarakat Jabodetabek.
Prioritas Produksi Dalam Negeri

Salah satu fokus utama dalam pengadaan 30 rangkaian KRL Jabodetabek adalah memprioritaskan produksi dalam negeri. Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pihaknya akan mengutamakan industri dalam negeri dengan memaksimalkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). “Tentunya kan waktu itu kita janji. TKDN-nya dioptimalkan. Jadi kita mengutamakan industri dalam negeri,” jelasnya.
Selain itu, KAI juga akan menambahkan 12 kereta produksi PT INKA serta 11 KRL buatan Tiongkok pada Maret atau April mendatang. “Berarti di Maret, April itu, nanti kita akan operasikan 12 yang INKA, plus dengan 11 yang Cina,” tambah Bobby.
Dana Rp5 Triliun dari Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto memberikan dana senilai Rp5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menambah rangkaian gerbong KRL Commuter Line Jabodetabek. Sebelumnya, KAI mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp4,8 triliun. Namun, Presiden Prabowo memutuskan untuk menyetujui anggaran hingga Rp5 triliun agar manfaat lebih luas bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Beliau ajukan totalnya Rp4,8 triliun. Ya, saya setujui, bahkan akan saya alokasikan tidak Rp4,8 triliun, tapi Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” ujar Prabowo dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru dan peninjauan layanan KRL Commuter Line, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Target Pengoperasian 30 Rangkaian KRL dalam Satu Tahun
Prabowo menargetkan bahwa 30 rangkaian kereta baru tersebut harus tersedia dalam waktu setahun ke depan. Ia menekankan bahwa rakyat adalah saksi atas pembangunan ini. “Satu tahun ini harus. Ini rakyat yang saksi ya. Jadi, nanti ada tambahan 30 rangkaian baru. Saya juga tadi coba, bersih, nyaman, (ada) AC,” ujarnya.
Manfaat Bagi Masyarakat Jabodetabek
Penambahan 30 rangkaian KRL Jabodetabek diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya yang sering menggunakan layanan KRL Commuter Line. Dengan penambahan ini, kapasitas angkut akan meningkat, sehingga dapat mengurangi kepadatan penumpang dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Selain itu, pengadaan kereta yang lebih modern dan nyaman akan meningkatkan citra KAI sebagai operator transportasi yang berkualitas.
FAQ
Apa tujuan dari pengadaan 30 rangkaian KRL Jabodetabek?
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan perjalanan bagi masyarakat Jabodetabek.
Bagaimana mekanisme pengadaan KRL baru?
KAI akan memprioritaskan produksi dalam negeri dengan memaksimalkan TKDN, sementara beberapa unit akan diimpor dari Tiongkok.
Kapan 30 rangkaian KRL baru akan dioperasikan?
Diharapkan pengoperasian 30 rangkaian KRL baru akan rampung dalam waktu setahun ke depan.
Apa manfaat dari dana Rp5 triliun yang diberikan oleh Presiden Prabowo?
Dana tersebut digunakan untuk memperluas cakupan layanan KAI dan meningkatkan kualitas transportasi umum.
Bagaimana kontribusi KAI dalam pengembangan transportasi Jabodetabek?
KAI berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.
Kesimpulan
Pengadaan 30 rangkaian KRL Jabodetabek yang didanai oleh pemerintah merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas transportasi umum di Jabodetabek. Dengan komitmen KAI untuk memprioritaskan produksi dalam negeri dan penambahan kereta yang lebih modern, diharapkan masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari proyek ini.










