Teknologi

Kapasitas Pusat Data RI Diperkirakan Mencapai 2,7 GW pada 2030

17
×

Kapasitas Pusat Data RI Diperkirakan Mencapai 2,7 GW pada 2030

Share this article

Data Center Indonesia Diproyeksikan Tembus 2,7 GW pada 2030

Pertumbuhan pesat industri data center di Indonesia menghadirkan proyeksi menarik. Pada tahun 2030, kapasitas data center diperkirakan mencapai 2,7 gigawatt (GW), sebuah angka yang menunjukkan kepercayaan besar terhadap transformasi digital dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Proyeksi ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari penetrasi internet hingga regulasi pemerintah yang semakin mendukung sektor ini.

Faktor Utama Mendorong Pertumbuhan Data Center

UMKM menggunakan sistem digital dan payment gateway terhubung ke data center

Salah satu pendorong utama pertumbuhan data center adalah tingkat penetrasi internet yang sangat tinggi. Saat ini, sekitar 78 persen penduduk Indonesia memiliki akses internet, dengan lebih dari 210 juta orang yang aktif dalam menghasilkan, mentransfer, memproses, atau menyimpan data. Dalam konteks ini, data center menjadi tulang punggung seluruh aktivitas digital yang terjadi di Indonesia.

Selain itu, transformasi digital UMKM juga memberikan kontribusi signifikan. Dengan jumlah UMKM sebanyak 73 juta, banyak dari mereka telah beralih ke sistem digital, termasuk penggunaan sistem POS yang terhubung dengan payment gateway. Hal ini memperkuat kebutuhan akan infrastruktur data center yang andal dan efisien.

Regulasi yang Mendukung Industri Data Center

Regulasi data center Indonesia dan kebijakan penyimpanan data

Regulasi pemerintah juga menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan industri ini. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012, khususnya Pasal 17 Ayat 2, mewajibkan perusahaan layanan publik untuk memiliki data center dan disaster recovery center di Indonesia. Aturan ini telah mendorong migrasi infrastruktur IT perusahaan ke dalam negeri, terutama di sektor keuangan.

Namun, regulasi tersebut kemudian direvisi menjadi PP 71 Tahun 2019, yang memberikan relaksasi dalam penempatan data. Meskipun data publik wajib disimpan di Indonesia, data privat diperbolehkan disimpan di luar negeri. Contoh nyata dari aturan ini adalah kasus ByteDance, yang memilih membangun data center pertamanya di Malaysia karena kebijakan tersebut.

Pengaruh Kecerdasan Buatan (AI) pada Pertumbuhan Data Center

Data center AI-ready di Indonesia

Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan data center adalah adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan baru yang membangun data center dengan kemampuan AI-ready, seperti BW Digital di Batam dan Princeton Digital Group di Cikarang. Kapasitas masing-masing proyek ini mencapai 120 MW, menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan infrastruktur AI.

Hendra Suryakusuma, Ketua Umum Asosiasi Penyedia Data Center Indonesia (IDPRO), menyatakan bahwa industri ini sedang meminta pemerintah untuk memberikan insentif fiskal terkait server AI. Ia mencontohkan bagaimana operator seluler seperti Indosat bekerja sama dengan Nvidia dengan komitmen US$200 juta, namun harus membayar pajak dan bea masuk sebesar 23 persen yang dinilai memberatkan.

Tantangan yang Dihadapi Industri Data Center

Proses perizinan data center di Indonesia

Meski prospeknya cerah, industri data center masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah proses perizinan yang rumit. Investor data center harus mengajukan izin ke berbagai kementerian dan membutuhkan waktu 6-9 bulan untuk mendapatkan persetujuan. Hal ini berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang memiliki sistem perizinan satu pintu yang lebih efisien.

Hendra berharap pemerintah dapat melakukan penyelarasan regulasi untuk mempermudah proses ini. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antar kementerian agar regulasi tidak saling bertentangan dan menghambat pertumbuhan industri.

Proyeksi Kapasitas Data Center Hingga 2030

Saat ini, kapasitas data center di Indonesia mencapai 500 MW, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 900 MW pada tahun ini. Sebanyak 30 persen dari data center yang ada sudah siap digunakan untuk AI. Dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 25 persen, kapasitas data center diperkirakan akan mencapai 2,7 GW pada 2030.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang menarik bagi investor, tetapi juga menjadi pusat pengembangan teknologi digital di kawasan Asia Tenggara.

FAQ

Apa yang memicu pertumbuhan data center di Indonesia?

Pertumbuhan data center di Indonesia dipengaruhi oleh tingkat penetrasi internet yang tinggi, transformasi digital UMKM, serta regulasi pemerintah yang mendukung industri ini.

Bagaimana regulasi pemerintah memengaruhi industri data center?

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 mewajibkan perusahaan layanan publik memiliki data center di Indonesia. Namun, regulasi ini kemudian direvisi untuk memberikan fleksibilitas dalam penyimpanan data.

Apakah data center di Indonesia siap untuk kecerdasan buatan (AI)?

Sebanyak 30 persen dari data center yang ada saat ini sudah siap untuk AI, dengan proyeksi peningkatan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Apa tantangan yang dihadapi industri data center di Indonesia?

Tantangan utama meliputi proses perizinan yang rumit dan perlu adanya penyelarasan regulasi antar kementerian.

Bagaimana proyeksi kapasitas data center hingga 2030?

Kapasitas data center di Indonesia diperkirakan mencapai 2,7 GW pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 25 persen.

[Image suggestion: Proyeksi kapasitas data center Indonesia 2030]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *