Pesanan J5 Tembus 12 Ribu Unit, Jaecoo Kebut Distribusi ke Konsumen
Pengiriman kendaraan listrik model J5 dari merek Jaecoo Indonesia mengalami keterlambatan akibat permintaan yang sangat tinggi. Perusahaan meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan berkomitmen untuk segera menyelesaikan pengiriman kepada pelanggan. Dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Jaecoo memperkenalkan teknologi inovatif yang memungkinkan konsumen ikut serta dalam proses desain kendaraan mereka sendiri.
Penyebab Keterlambatan Pengiriman

Jaecoo Indonesia telah menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan yang meningkat pesat terhadap model J5 EV. Seperti yang diungkapkan oleh Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, perusahaan saat ini sedang memaksimalkan kapasitas produksi untuk memastikan pengiriman secepat mungkin.
“Kami bekerja tanpa henti untuk mempercepat proses sambil tetap menjaga standar kualitas tertinggi,” ujarnya. Meski demikian, beberapa pelanggan masih menunggu unit J5 mereka, dan perusahaan dengan tulus memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Proses Pemenuhan Pesanan

Jim Ma menegaskan bahwa tenggat waktu pengiriman menjadi prioritas utama bagi perusahaan. “Kami akan memastikan setiap pelanggan menerima mobil mereka sesegera mungkin,” tambahnya. Hal ini menunjukkan komitmen Jaecoo untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya, meskipun menghadapi tantangan produksi yang signifikan.
Teknologi Co-Creation untuk Konsumen

Selain fokus pada distribusi, Jaecoo juga memperkenalkan teknologi interaktif bernama ‘Co-Creation’ yang memungkinkan konsumen ikut serta dalam desain kendaraan mereka sendiri. Program ini dirancang untuk mendapatkan masukan langsung dari pelanggan guna membantu pengembangan produk di masa depan.
Head of Marketing M. Ilham Pratama menjelaskan mekanisme Co-Creation cukup sederhana. Pengunjung dapat datang ke booth Jaecoo dan merancang bagian-bagian tambahan pada kendaraan sesuai selera mereka.
Fitur Desain yang Bisa Dipilih
Bagian-bagian yang dapat didesain oleh pengunjung meliputi body kit, pelek, dan aksesori kendaraan. “Di area yang sama pun, kita bisa lihat ada tampilan dari modifikasi J5 EV ini. Mulai dari body kit, kemudian pelek, dan juga tak lupa di sini ada genuine accessories kita yang dapat dilihat dan nantinya dapat dimiliki juga,” jelas Ilham.
Harapan untuk Masa Depan

Ilham berharap kehadiran Jaecoo di IIMS 2026 dapat meningkatkan kesadaran merek di kalangan konsumen Indonesia. “Kami ingin semua itu berbasis dari masukan konsumen,” tambahnya. Dengan program Co-Creation, Jaecoo tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar saat ini, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggannya.
FAQ
Apa itu program Co-Creation?
Program Co-Creation adalah teknologi interaktif yang memungkinkan konsumen ikut serta dalam proses desain kendaraan mereka sendiri.
Bagaimana cara mengikuti program Co-Creation?
Pengunjung dapat datang ke booth Jaecoo dan menggunakan layar polling untuk memilih desain yang diinginkan.
Apa saja bagian kendaraan yang bisa didesain?
Konsumen dapat memilih body kit, pelek, dan aksesori kendaraan sesuai selera mereka.
Apakah program ini hanya tersedia di IIMS 2026?
Program ini diperkenalkan secara resmi di IIMS 2026, tetapi rencananya akan terus dikembangkan untuk digunakan di berbagai platform lainnya.
Bagaimana tanggapan konsumen terhadap program ini?
Tanggapan positif diterima dari para pengunjung yang tertarik untuk ikut serta dalam proses desain kendaraan mereka sendiri.
Kesimpulan
Jaecoo Indonesia terus berinovasi dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang. Meski menghadapi keterlambatan pengiriman, perusahaan tetap berusaha memastikan kualitas dan kepuasan pelanggan. Dengan hadirnya teknologi Co-Creation, Jaecoo tidak hanya memenuhi harapan konsumen saat ini, tetapi juga membangun fondasi untuk pengembangan produk di masa depan. Dengan komitmen ini, Jaecoo siap menjadi salah satu pemain utama dalam industri mobil listrik di Indonesia.












