nasional

Dasco Angkat Suara Soal Pasangan Prabowo-Zulhas di 2029

26
×

Dasco Angkat Suara Soal Pasangan Prabowo-Zulhas di 2029

Share this article

Ketua Gerindra Sebut Dukungan PAN untuk Prabowo-Zulhas di 2029 sebagai Doa

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa keinginan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menduetkan Prabowo Subianto dengan Zulkifli Hasan dalam Pemilu 2029 hanya sebatas doa. Ia menilai politik Indonesia terus bergerak dinamis, sehingga belum bisa dipastikan apa yang akan terjadi lima tahun mendatang.

Dasco menegaskan bahwa Pilpres 2029 masih jauh dan partainya saat ini lebih fokus pada kerja nyata untuk rakyat. “Apa yang disampaikan itu kita anggap sebuah doa saja, dan politik itu kan dinamis, kita juga belum tahu,” ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (6/2).

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto, telah menyatakan bahwa keberhasilan di periode saat ini akan menjadi dasar untuk melihat peluang di 2029.

Prabowo Subianto berpidato di acara partai

PAN Berkomitmen Dukung Prabowo di 2029

Eddy Soeparno berbicara di acara PAN

Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, sebelumnya menyatakan bahwa partainya tetap konsisten mendukung Prabowo dalam Pemilu 2029. Menurutnya, PAN adalah satu-satunya partai di luar Gerindra yang selama tiga kali Pilpres secara konsisten mendukung Prabowo.

“Kita sudah 3 kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerinda, yang konsisten mendukung Pak Prabowo 3 kali dalam 3 Pilpres. Bagi kita, itu sudah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali nanti di tahun 2029,” ujar Eddy.

Ia juga mengusulkan bahwa Zulkifli Hasan, ketua umum PAN, dapat menjadi pendamping Prabowo di 2029. “Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu. Bagi saya, itu juga akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader juga akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya,” tambahnya.

Dinamika Politik 2029 Masih Terbuka

Para tokoh politik berkumpul di acara nasional

Meski PAN menunjukkan dukungan kuat terhadap Prabowo dan Zulhas, Dasco menekankan bahwa politik Indonesia masih sangat dinamis. Ia menilai bahwa kompetisi politik tidak bisa diprediksi hingga beberapa tahun sebelum pemilu.

“Politik itu kan dinamis, kita juga belum tahu. Jadi, apa yang disampaikan itu kita anggap sebuah doa saja,” katanya.

Selain itu, Dasco juga mengingatkan bahwa partainya kini sedang fokus pada upaya membangun kesejahteraan masyarakat. “Pak Prabowo juga bilang bahwa ya kita akan lihat 2029 setelah lihat keberhasilan di periode ini,” ujarnya.

Reaksi dari Tokoh Lain

Acara perayaan HUT Gerindra di kediaman Prabowo

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra, Muzani, juga menyampaikan dukungan untuk Prabowo menjadi presiden dua periode. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut belum sepenuhnya dibahas secara resmi oleh partai.

Sementara itu, Sugiono, mantan anggota DPR, mengatakan bahwa dirinya belum membahas siapa pendamping Prabowo di 2029. Ia menilai bahwa waktu masih cukup panjang untuk menentukan koalisi politik.

FAQ

Apa respons Dasco terhadap rencana PAN mendukung Prabowo-Zulhas di 2029?

Dasco menganggap keinginan PAN sebagai doa, karena politik dinamis dan masa depan masih sulit diprediksi.

Apakah PAN konsisten mendukung Prabowo?

Ya, PAN telah tiga kali mendukung Prabowo dalam Pilpres, termasuk di luar Gerindra.

Bagaimana pandangan Dasco tentang Pilpres 2029?

Dasco menilai Pilpres 2029 masih jauh dan partainya lebih fokus pada kerja nyata untuk rakyat.

Apakah Zulkifli Hasan akan menjadi pendamping Prabowo?

Eddy Soeparno menyatakan dukungan untuk Zulhas sebagai pendamping, namun belum ada pengumuman resmi.

Apakah Gerindra sudah menentukan calon pendamping Prabowo?

Belum, karena masih banyak waktu dan dinamika politik yang belum pasti.

Kesimpulan

Dalam dinamika politik Indonesia, setiap partai memiliki strategi dan visi masing-masing. Meskipun PAN menunjukkan dukungan kuat terhadap Prabowo dan Zulhas di 2029, respons dari Gerindra tetap terbuka dan realistis. Politik yang dinamis memperlihatkan bahwa keputusan besar seperti koalisi atau pasangan capres masih bisa berubah hingga waktunya tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *