Kesehatan

Mirip Gejala Nipah, Virus dari Kelelawar Ini Juga Perlu Diwaspadai

22
×

Mirip Gejala Nipah, Virus dari Kelelawar Ini Juga Perlu Diwaspadai

Share this article

Gaya Hidup

Virus dari Kelelawar yang Menyerupai Nipah, Harus Diwaspadai

Sejumlah peneliti di Bangladesh baru-baru ini mengidentifikasi virus dari kelelawar dengan gejala mirip virus Nipah. Virus tersebut dikenal sebagai Pteropine orthoreovirus (PRV). Lima pasien awalnya diduga terkena virus Nipah karena memiliki kemiripan gejala, tetapi hasilnya negatif. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Emerging Infectious Diseases pada 2025 lalu oleh Sharmin Sultana sebagai penulis utama.

Pada rentang Desember 2022 hingga Maret 2023, terdapat lima pasien di Bangladesh yang memiliki gejala seperti infeksi Nipah. Gejala tersebut, antara lain demam, muntah, sakit kepala, kelelahan, meningkatnya produksi air liur, hingga gejala neurologis. Tes PCR dan serologi menunjukkan hasil negatif terhadap virus Nipah pada kelima pasien ini. Setelah penyelidikan lebih lanjut menggunakan viral capture sequencing (VCS), terungkap ada infeksi aktif PRV pada tubuh manusia.

Pasien dengan gejala mirip virus nipah

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran baru akan adanya virus kelelawar berbahaya yang beredar tanpa terdeteksi, bersamaan dengan kemunculan virus Nipah. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap potensi ancaman kesehatan masyarakat dari virus-virus baru yang berasal dari kelelawar.

Apa Itu Pteropine Orthoreovirus?

Ilustrasi virus kelelawar

Pteropine orthoreovirus (PRV) adalah jenis virus yang berasal dari kelelawar. Virus ini termasuk dalam kelompok reovirus, yang biasanya tidak menyebabkan penyakit parah pada manusia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa PRV dapat menimbulkan gejala mirip Nipah, seperti demam, muntah, dan gangguan saraf. Meskipun kasus infeksi PRV yang dilaporkan di negara-negara tetangga cenderung lebih ringan, peneliti memperkirakan bahwa banyak kasus yang tidak terdiagnosis atau tidak tercatat.

Penyebab Infeksi PRV

Kelelawar di habitat alaminya

Ada kesamaan dari lima pasien yang terinfeksi, yakni mereka sama-sama mengonsumsi getah pohon kurma mentah. Cairan manis alami ini biasanya digunakan dalam minuman atau kuliner lainnya. Di sisi lain, getah pohon ini sudah dikenal sebagai jalur utama penularan virus Nipah di Bangladesh. Pasalnya, pohon ini sering dikunjungi oleh kelelawar.

“Temuan kami menunjukkan bahwa risiko penyakit yang terkait dengan konsumsi getah kurma mentah meluas melampaui virus Nipah,” ujar Nischay Mishra, salah satu penulis dalam penelitian tersebut, seperti dikutip dari Science Daily.

Peran Kelelawar dalam Penyebaran Virus

Kelelawar dikenal sebagai inang alami bagi banyak virus zoonosis, seperti rabies, Nipah, Hendra, Marburg, hingga SARS-CoV-1. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelelawar bisa menjadi sumber penularan virus yang belum terdeteksi. Para peneliti pun fokus menelusuri sumber infeksi. Mereka mengidentifikasi Pteropine orthoreovirus pada kelelawar yang ditangkap di dekat tempat kasus manusia terjadi, yakni Cekungan Sungai Padma, Bangladesh.

Teknologi VCS untuk Deteksi Virus Tersembunyi

Teknologi VCS dalam penelitian virus

Metode viral capture sequencing (VCS) menjadi alat penting dalam mendeteksi infeksi PRV pada manusia. Metode ini memungkinkan para peneliti untuk menyaring semua infeksi virus yang diketahui pada vertebrata, termasuk virus yang dibawa oleh kelelawar. Tingkat sensitivitas VCS sama tingginya dengan tes polymerase chain reaction (PCR) standar. Namun, VCS bisa sekaligus mencari ribuan virus dan menghasilkan sekuens genom hampir lengkap.

Pentingnya Pengawasan dan Kewaspadaan

Para peneliti mengingatkan perlunya pengawasan luas untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko kesehatan masyarakat dari virus-virus baru yang ditularkan kelelawar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa banyak virus yang belum terdeteksi bisa saja beredar di lingkungan sekitar kita.

FAQ

Apa itu Pteropine orthoreovirus (PRV)?

PRV adalah jenis virus yang berasal dari kelelawar dan memiliki gejala mirip virus Nipah.

Bagaimana PRV menyebar?

PRV dapat menyebar melalui konsumsi getah pohon kurma mentah yang terkontaminasi oleh kelelawar.

Apa peran kelelawar dalam penyebaran virus?

Kelelawar dikenal sebagai inang alami bagi banyak virus zoonosis, termasuk Nipah dan PRV.

Apa itu viral capture sequencing (VCS)?

VCS adalah metode pendeteksian virus yang mampu mengidentifikasi infeksi PRV pada manusia dengan akurasi tinggi.

Mengapa PRV harus diwaspadai?

PRV memiliki gejala mirip Nipah dan bisa menimbulkan risiko kesehatan masyarakat jika tidak terdeteksi dan diatasi.

Kesimpulan

Penemuan virus Pteropine orthoreovirus (PRV) di Bangladesh menunjukkan bahwa ancaman kesehatan dari virus kelelawar masih terbuka. Meskipun gejalanya mirip Nipah, PRV memiliki potensi untuk menyebar tanpa terdeteksi. Dengan teknologi seperti viral capture sequencing (VCS), peneliti kini lebih mampu mendeteksi virus-virus yang sebelumnya sulit diidentifikasi. Kewaspadaan dan pengawasan terhadap sumber-sumber penularan virus sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *