nasional

Pejabat Bea Cukai Ditangkap KPK Dalam 8 Hari Jabatannya

22
×

Pejabat Bea Cukai Ditangkap KPK Dalam 8 Hari Jabatannya

Share this article

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Baru 8 Hari Dilantik Tertangkap OTT KPK

Seorang pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/2) lalu ternyata baru saja dilantik sebagai kepala kantor wilayah. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan internal di lingkungan lembaga tersebut.

Pelantikan dan Penangkapan Berdekatan

Rizal saat pelantikan sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Barat

Rizal, yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi, baru saja dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026 sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat. Namun, dalam OTT yang dilakukan KPK, Rizal masih terlibat dengan jabatan lamanya sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Siapa Saja yang Terlibat?

Tersangka kasus korupsi Bea Cukai dalam penahanan KPK

Dalam operasi tersebut, KPK menangkap total 17 orang dan menetapkan enam orang sebagai tersangka. Selain Rizal, tersangka lainnya adalah:

  1. Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai.
  2. Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
  3. John Field, pemilik PT Blueray.
  4. Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR.
  5. Dedy Kurniawan, Manajer Operasional PT BR.

Barang Bukti Senilai Rp40,5 Miliar Disita

Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers KPK

KPK mengamankan barang bukti dari kediaman Rizal, Orlando, serta perusahaan milik John Field. Total nilai barang bukti mencapai Rp40,5 miliar, yang terdiri dari:

  • Uang tunai dalam rupiah: Rp1,89 miliar
  • Uang tunai dalam dolar Amerika Serikat: US$182.900
  • Uang tunai dalam dolar Singapura: Sin$1,48 juta
  • Uang tunai dalam yen Jepang: JPY550.000
  • Logam mulia: 2,5 kg dan 2,8 kg
  • Jam tangan mewah: senilai Rp138 juta

Reaksi dan Tanggapan

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan bahwa penyidikan kasus ini dilakukan berdasarkan kecukupan alat bukti. “Berdasarkan dugaan tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi, KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Peran Menteri Keuangan Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kabinet

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru saja melantik Rizal, kini dihadapkan pada kritik atas pengawasan internal di lingkungan DJBC. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihaknya, isu ini memicu diskusi tentang transparansi dan efektivitas sistem pemeriksaan di lembaga pemerintah.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan OTT KPK?

OTT atau Operasi Tangkap Tangan adalah upaya KPK untuk menangkap pelaku tindak pidana korupsi secara langsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Siapa tersangka dalam kasus ini?

Tersangka termasuk Rizal, Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan, John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.

Berapa jumlah barang bukti yang diamankan?

Total nilai barang bukti mencapai Rp40,5 miliar, termasuk uang, logam mulia, dan jam tangan mewah.

Apakah ada hubungan antara pelantikan dan OTT?

Ya, Rizal baru saja dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Barat sebelum tertangkap dalam OTT.

Bagaimana reaksi masyarakat terhadap kasus ini?

Masyarakat umumnya mengecam tindakan korupsi dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari pejabat pemerintah.

Kesimpulan

Kasus OTT KPK terhadap pejabat Bea Cukai yang baru saja dilantik menjadi peringatan keras bagi lembaga pemerintah. Ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di level tinggi, tetapi juga bisa terjadi di tempat-tempat yang seharusnya menjadi contoh integritas. Diperlukan langkah-langkah lebih ketat dalam pengawasan dan pemeriksaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *