nasional Teknologi

BI Percaya Laju Kredit Tahun Ini 8-12 Persen Meski Ada Sentimen Moody’s

18
×

BI Percaya Laju Kredit Tahun Ini 8-12 Persen Meski Ada Sentimen Moody’s

Share this article

Kredit Tahun Ini Diprediksi Tumbuh 8-12 Persen, BI Percaya Diri Meski Moody’s Turunkan Outlook

Bank Indonesia (BI) tetap optimistis pertumbuhan kredit di tahun ini akan berada di kisaran 8-12 persen. Prediksi ini dibuat meskipun lembaga pemeringkat internasional Moody’s menurunkan outlook utang pemerintah Indonesia dari stabil ke negatif. Namun, BI menilai bahwa perubahan tersebut tidak mencerminkan ketahanan ekonomi yang sebenarnya masih solid.

Outlook Kredit Masih Stabil, BI Optimis

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Alexander Lubis, menjelaskan bahwa outlook kredit masih dalam rentang 8-12 persen karena berbagai indikator ekonomi lainnya tetap positif. “Kami yakin pertumbuhan kredit bisa lebih tinggi dari tahun lalu, yang mencapai 9,69 persen,” ujarnya dalam forum Editors Briefing BI di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2).

Perry Warjiyo, Gubernur BI, juga menyatakan bahwa penyesuaian outlook oleh Moody’s tidak menggambarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang masih kuat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, sementara pertumbuhan tahunan mencapai 5,1 persen. Inflasi juga terkendali di bawah target, yaitu 2,9 persen.

Kebijakan Pro Growth dan Low Interest Environment

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, BI mengarahkan kebijakan makroprudensial agar tetap pro growth. Dalam situasi suku bunga acuan yang cenderung menurun, peluang kredit bisa terakselerasi. “Masih ada banyak ruang untuk kredit tumbuh lebih cepat di tengah era low interest environment,” tambah Alexander.

Salah satu bentuk dukungan BI adalah melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan ini diberikan dengan cara mengurangi giro wajib minimum (GWM) perbankan. Tujuannya adalah mendorong kredit atau pembiayaan di sektor prioritas seperti hilirisasi, pangan, UMKM, dan proyek ramah lingkungan.

Dukungan dari Lending Channel dan Interest Rate Channel

KLM diberikan kepada bank yang aktif dalam penyaluran kredit atau pembiayaan sesuai arahan BI. Ada dua saluran utama dalam penerapan KLM, yaitu lending channel dan interest rate channel.

Pada lending channel, besaran KLM ditentukan berdasarkan komitmen bank dalam menyalurkan kredit ke sektor prioritas. Sementara itu, pada interest rate channel, besaran KLM ditentukan berdasarkan elastisitas penurunan suku bunga kredit baru atau persentase imbalan pembiayaan baru.

Penyaluran Kredit Didukung Program Pemerintah

Di sisi permintaan, penyaluran kredit juga didukung oleh berbagai program pemerintah. Misalnya, program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Program-program ini membantu meningkatkan akses kredit bagi masyarakat, terutama di sektor usaha kecil dan menengah.

Moody’s Tetap Pertahankan Rating Indonesia

Meski outlook utang Indonesia turun menjadi negatif, Moody’s tetap mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2. Lembaga pemeringkat ini menilai bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap kuat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil serta sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan.

Namun, Moody’s menyatakan bahwa risiko dari ketidakpastian kebijakan dapat memengaruhi kinerja ekonomi jika tidak segera diatasi.

FAQ

Apa artinya outlook utang Indonesia turun dari stabil ke negatif?

Outlook utang yang turun menunjukkan bahwa risiko terhadap kinerja ekonomi Indonesia sedikit meningkat, meski rating tetap di level Baa2.

Bagaimana BI memprediksi pertumbuhan kredit tahun ini?

BI memprediksi pertumbuhan kredit tahun ini berada di kisaran 8-12 persen, didukung oleh berbagai kebijakan makroprudensial dan program pemerintah.

Apa tujuan dari Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)?

Tujuan KLM adalah mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan di sektor prioritas seperti UMKM, pangan, dan proyek ramah lingkungan.

Apakah Moody’s masih percaya pada perekonomian Indonesia?

Ya, Moody’s tetap mempertahankan rating Indonesia pada Baa2, meskipun outlook-nya telah diubah menjadi negatif.

Bagaimana dampak dari penurunan outlook Moody’s terhadap kredit?

Penurunan outlook Moody’s bisa memengaruhi persepsi pasar, namun BI tetap optimis bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap solid.

Kesimpulan

Bank Indonesia tetap percaya diri dengan pertumbuhan kredit tahun ini yang diprediksi berada di kisaran 8-12 persen. Meski Moody’s menurunkan outlook utang, BI menilai bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat dan siap menghadapi tantangan. Dengan berbagai kebijakan pro growth dan dukungan dari program pemerintah, kredit di sektor prioritas diharapkan dapat tumbuh lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *