Pertumbuhan Ekonomi 2026 Dinilai Bisa Capai 6 Persen, Meski Target Tahun Lalu Meleset
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 hanya mencapai 5,11 persen, jauh di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2026 bisa mencapai 6 persen, yang lebih tinggi dari target APBN sebesar 5,4 persen. Ini menunjukkan keyakinan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.
Kinerja Ekonomi 2025 Di Bawah Target, Tapi Menunjukkan Perbaikan

Meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 hanya mencapai 5,39 persen, di bawah target yang ditetapkan oleh Purbaya sebesar 5,6-5,75 persen, ia tetap melihat adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. “Kuartal keempat tumbuhnya 5,39 persen ya. Di bawah target saya 5,6-5,75 persen, tapi pada dasarnya udah lumayan lah,” ujarnya.
Purbaya menilai bahwa arah perbaikan ekonomi sudah jelas terlihat. “Sekarang pertumbuhan (kuartal) keempat sudah cukup bagus 5,36 persen, cukup bagus. Yang penting arahnya membalik ke arah perbaikan dan ke depan akan semakin membaik,” tambahnya.
Optimisme Terhadap Pertumbuhan 2026

Menurut Purbaya, tren pertumbuhan positif yang terjadi di akhir 2025 akan berlanjut pada awal 2026. Ia yakin bahwa kebijakan fiskal pemerintah akan memberikan dorongan yang signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Saya pikir kuartal pertama tahun ini, tren pertumbuhan yang kemarin akan terus berlangsung, dan nanti akan semakin cepat di kuartal-kuartal berikutnya,” katanya.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi 2026

Beberapa faktor diharapkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada 2026. Antara lain:
- Kebijakan Fiskal yang Progresif: Pemerintah akan terus mendorong investasi dan pengeluaran pemerintah untuk memacu pertumbuhan.
- Dorongan Sektor Industri dan Infrastruktur: Sejumlah proyek infrastruktur besar akan segera diluncurkan, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas.
- Stabilitas Makroekonomi: Kepastian politik dan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor penting dalam menarik investasi asing.
Tanggapan dari Kalangan Ekonom dan Pakar

Kalangan ekonom menyambut optimisme Purbaya, meskipun mereka tetap waspada terhadap risiko yang mungkin muncul. Beberapa ahli menilai bahwa pencapaian 6 persen pada 2026 adalah ambisi yang tinggi, namun tidak mustahil jika pemerintah mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong sektor-sektor strategis.
“Jika kebijakan fiskal dan moneter terus dijalankan secara konsisten, ada peluang untuk mencapai angka tersebut,” ujar salah satu ekonom senior.
FAQ
Apakah target pertumbuhan ekonomi 2026 realistis?
Ya, target 6 persen merupakan ambisi tinggi, tetapi masih mungkin dicapai jika kebijakan pemerintah efektif dan stabilitas ekonomi terjaga.
Apa saja sektor yang diprediksi akan mendukung pertumbuhan?
Sektor industri, infrastruktur, dan pariwisata diharapkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Bagaimana dampak kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi?
Kenaikan suku bunga dapat memengaruhi kredit dan investasi, tetapi jika dikelola dengan baik, dampaknya bisa diminimalkan.
Apakah ada risiko yang harus diperhatikan?
Ya, risiko seperti inflasi, ketidakstabilan global, dan keterbatasan anggaran bisa menghambat pertumbuhan.
Bagaimana peran sektor swasta dalam pertumbuhan ekonomi 2026?
Peran sektor swasta sangat penting, terutama dalam investasi dan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Kesimpulan
Meski target pertumbuhan ekonomi 2025 meleset, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap percaya diri bahwa pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mencapai 6 persen. Dengan kebijakan fiskal yang progresif dan dukungan dari sektor-sektor strategis, Indonesia memiliki potensi untuk kembali tumbuh secara signifikan. Kunci keberhasilannya akan bergantung pada koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta, serta kemampuan dalam menghadapi tantangan global.












