nasional

Lima Komoditas Ini Jadi Pengeluaran Terbesar Keluarga Miskin Tahun Lalu

24
×

Lima Komoditas Ini Jadi Pengeluaran Terbesar Keluarga Miskin Tahun Lalu

Share this article

Penduduk Miskin di Indonesia Masih Menghabiskan Pengeluaran Terbesar untuk Bahan Pokok dan Rokok

Pengeluaran terbesar penduduk miskin di Indonesia masih didominasi oleh bahan pokok seperti beras dan rokok, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025. Jumlah penduduk miskin di Tanah Air mencapai 23,36 juta orang, dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan sebesar Rp641.443.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar seperti pangan dan rokok menjadi prioritas utama bagi kelompok masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini juga mencerminkan tekanan ekonomi yang terus berlangsung, meskipun ada peningkatan angka kemiskinan secara bertahap.

Lima Komoditas Utama yang Menyumbang Garis Kemiskinan

warga miskin membeli rokok di warung kecil

Berdasarkan laporan BPS, lima komoditas utama yang menjadi pengeluaran terbesar bagi penduduk miskin adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, dan kopi bubuk atau instan.

Beras menjadi komoditas yang paling dominan, dengan kontribusi sebesar 21,10 persen di perkotaan dan 24,62 persen di wilayah perdesaan. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan bahan pokok tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari fluktuasi harga dan kondisi ekonomi.

Rokok kretek filter menduduki posisi kedua, dengan kontribusi sebesar 10,41 persen di perkotaan dan 9,11 persen di perdesaan. Meski tidak termasuk dalam kebutuhan pokok, pengeluaran untuk rokok tetap menjadi beban penting bagi masyarakat miskin.

Komoditas Lain yang Turut Berkontribusi

warga miskin minum kopi instan di warung dekat rumah

Selain beras dan rokok, telur ayam ras dan daging ayam ras turut menjadi komoditas yang sering dikonsumsi oleh penduduk miskin. Telur ayam ras menyumbang 4,48 persen di perkotaan dan 3,71 persen di perdesaan, sementara daging ayam ras memberikan andil sebesar 4,35 persen di perkotaan dan 3,42 persen di perdesaan.

Komoditas kopi bubuk maupun kopi instan (sachet) juga memiliki peran dalam pengeluaran masyarakat miskin. Kontribusinya mencapai 2,39 persen di perkotaan dan 2,38 persen di perdesaan. Meski tidak sebesar beras atau rokok, kopi tetap menjadi bagian dari kebutuhan harian bagi banyak keluarga.

Komoditas Non-Pangan yang Memengaruhi Garis Kemiskinan

grafik pertumbuhan garis kemiskinan Indonesia

Selain komoditas pangan, beberapa barang non-pangan juga turut memengaruhi garis kemiskinan. Perumahan menjadi salah satu komoditas non-pangan yang menyumbang terbesar, dengan kontribusi sebesar 9 persen di perkotaan dan 9,08 persen di perdesaan.

Sementara itu, bensin dan listrik juga menjadi bagian dari pengeluaran masyarakat miskin. Bensin menyumbang 2,88 persen di perkotaan dan 2,90 persen di perdesaan, sedangkan listrik memberikan andil sebesar 2,65 persen di perkotaan dan 1,64 persen di perdesaan.

Perkembangan Garis Kemiskinan di Indonesia

Garis kemiskinan di Indonesia terus mengalami peningkatan. Dibandingkan Maret 2025, garis kemiskinan naik sebesar 5,30 persen, sementara jika dibandingkan September 2024, terjadi kenaikan sebesar 7,76 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa biaya hidup yang semakin meningkat memengaruhi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Rp641.443, 23,36 juta orang di Indonesia masih tergolong miskin.

Pertanyaan Umum

infografis komoditas utama pengeluaran penduduk miskin

Apa saja komoditas utama yang menjadi pengeluaran terbesar penduduk miskin?

Komoditas utama yang menjadi pengeluaran terbesar penduduk miskin antara lain beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, dan kopi bubuk atau instan.

Bagaimana perkembangan garis kemiskinan di Indonesia?

Garis kemiskinan di Indonesia terus meningkat. Dibandingkan Maret 2025, garis kemiskinan naik 5,30 persen, sedangkan dibandingkan September 2024, terjadi kenaikan sebesar 7,76 persen.

Apa dampak dari peningkatan garis kemiskinan?

Peningkatan garis kemiskinan menunjukkan tekanan ekonomi yang semakin besar pada masyarakat miskin, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan perumahan.

Mengapa beras menjadi komoditas utama yang dikonsumsi masyarakat miskin?

Beras merupakan bahan pokok yang selalu dibutuhkan, sehingga pengeluarannya tetap tinggi meski harga mengalami kenaikan.

Apakah rokok termasuk dalam kebutuhan dasar masyarakat miskin?

Meski bukan kebutuhan pokok, pengeluaran untuk rokok tetap menjadi beban penting bagi masyarakat miskin, terutama di daerah pedesaan.

Kesimpulan

Penduduk miskin di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan pokok seperti beras dan rokok sebagai pengeluaran utama. Data BPS menunjukkan bahwa kebutuhan dasar ini tetap menjadi prioritas, meski biaya hidup terus meningkat.

Perlu adanya kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kemiskinan, terutama dalam menjaga akses masyarakat miskin terhadap bahan pokok dan layanan dasar. Dengan demikian, setiap individu dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus mengorbankan kesehatan atau kesempatan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *