KesehatannasionalTeknologi

ESDM Perkirakan Transisi Energi Akan Ciptakan 760 Ribu Pekerja Hijau

17
×

ESDM Perkirakan Transisi Energi Akan Ciptakan 760 Ribu Pekerja Hijau

Share this article

Perubahan Energi Nasional Bakal Ciptakan 760 Ribu Pekerja Hijau

Pemerintah Indonesia memproyeksikan bahwa agenda transisi energi akan menciptakan hingga 760 ribu lapangan kerja hijau dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi ini muncul seiring dengan percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta pengurangan ketergantungan pada sumber energi fosil. Kementerian ESDM menyatakan bahwa penciptaan lapangan kerja hijau menjadi salah satu manfaat ekonomi utama dari perubahan sistem energi nasional.

Dampak Ekonomi dari Pengembangan EBT

Pembangkit listrik tenaga surya sebagai bagian dari transisi energi

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengembangan EBT tidak hanya berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan serapan tenaga kerja. “Kita harapkan green jobs juga terdorong lahir dan kita memerlukan SDM-SDM yang punya skill yang baik. Jadi kita harapkan kira-kira ada 760 ribu orang yang mempunyai skill di wilayah green jobs,” ujarnya dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).

Sektor Energi Terbarukan Sebagai Kontributor Utama

Kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi nasional

Sektor energi surya, angin, air, dan panas bumi menjadi kontributor utama dalam penciptaan lapangan kerja baru. Selain itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya juga diperkirakan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. “Lapangan kerja hijau ini tidak hanya muncul di hulu, tetapi juga di hilir, termasuk industri pendukung dan jasa,” tambah Eniya.

Persiapan Sumber Daya Manusia untuk Green Jobs

Pelatihan teknis untuk pekerja hijau di bidang energi terbarukan

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi dengan dunia usaha serta lembaga pendidikan. “Ke depan juga kalau RUPTL-nya PLN ini bisa tumbuh dan sesuai harapan, ini kita bisa menurunkan sebanyak 129 juta ton CO2,” jelas Eniya.

Regulasi Pendukung Transisi Energi

Dokumen regulasi transisi energi sektor ketenagalistrikan

Di sisi lain, Eniya menekankan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM telah mengeluarkan peraturan Menteri Nomor 10 Tahun 2025 tentang Peta Jalan (Road Map) Transisi Energi Sektor Ketenagalistrikan. “Di sini kita bisa menggaris bawahi semua sektor, itu bisa masuk, termasuk di dalamnya ada teknologi co-firing, ada pengurangan BBM, pengurangan penggunaan diesel,” pungkasnya.

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan green jobs?

Green jobs merujuk pada pekerjaan yang berkontribusi pada perlindungan lingkungan, seperti pengembangan energi terbarukan, pengurangan emisi, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Bagaimana transisi energi dapat menciptakan lapangan kerja?

Transisi energi menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan sektor energi baru dan terbarukan, seperti energi surya, angin, dan panas bumi. Selain itu, pengembangan kendaraan listrik dan infrastruktur pendukung juga menyerap tenaga kerja.

Apa saja sektor yang terlibat dalam transisi energi?

Sejumlah sektor terlibat dalam transisi energi, termasuk energi surya, angin, air, panas bumi, kendaraan listrik, dan industri pendukung seperti manufaktur dan jasa.

Bagaimana pemerintah mendukung pengembangan green jobs?

Pemerintah mendukung pengembangan green jobs melalui pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi dengan dunia usaha serta lembaga pendidikan. Selain itu, regulasi seperti Road Map Transisi Energi juga memberikan arah dan pedoman.

Apa dampak lingkungan dari transisi energi?

Transisi energi memiliki dampak lingkungan positif, seperti penurunan emisi karbon dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Dengan pengembangan EBT, negara dapat mengurangi dampak perubahan iklim.

Kesimpulan

Transisi energi nasional bukan hanya tentang perubahan sistem energi, tetapi juga menjadi peluang besar bagi pengembangan ekonomi hijau. Dengan penciptaan 760 ribu lapangan kerja hijau, Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan sambil menjaga keberlanjutan lingkungan. Dukungan pemerintah, kolaborasi antar sektor, dan peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci sukses dalam menjalani transformasi energi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *