nasional Otomotif

Fakta Menarik tentang OTT di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai

29
×

Fakta Menarik tentang OTT di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai

Share this article

KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT di Bea Cukai, Ada Jatah Rp7 Miliar untuk Pejabat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Operasi ini mengungkap dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat dan pihak swasta, termasuk perusahaan PT Blueray. Sebanyak 17 orang ditangkap, enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Tangkap 17 Orang, Enam Jadi Tersangka

Pegawai Bea Cukai bersama petugas KPK saat OTT

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 17 orang. Dari jumlah itu, dua belas di antaranya adalah pegawai Ditjen Bea dan Cukai, sementara lima lainnya berasal dari pihak PT Blueray. Enam orang dari jumlah tersebut ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi.

Salah satu tersangka adalah Rizal, mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024–Januari 2026. Selain Rizal, ada juga Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, serta Orlando, Kasi Intel DJBC.

Satu Tersangka Melarikan Diri

Surat cekal KPK untuk tersangka pelaku korupsi

Salah satu tersangka yang merupakan pemilik PT Blueray, John Field, belum dilakukan penahanan karena melarikan diri selama proses OTT. KPK telah menerbitkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri (cekal) terhadap John Field dan meminta dia kooperatif mengikuti proses hukum. Asep Guntur Rahayu, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, mengultimatum John Field agar segera menyerahkan diri.

Impor Barang KW Diduga Diatur

Uang tunai dan logam mulia hasil OTT KPK

OTT KPK di Bea Cukai terkait dengan adanya dugaan praktik pengaturan jalur impor barang ilegal atau KW. Menurut Asep Guntur Rahayu, ada permufakatan jahat antara Orlando, Sisprian, dan Dedy Kurniawan untuk mengatur perencanaan jalur importasi barang pada Oktober 2025. Filar, seorang pegawai Bea Cukai, menerima perintah dari Orlando untuk menyesuaikan parameter jalur merah dan menyusun rule set pada angka 70 persen.

Jatah Rp7 Miliar untuk Pejabat Bea Cukai

KPK mengungkap bahwa sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diduga menerima jatah bulanan senilai Rp7 miliar dari PT Blueray Cargo. Uang tersebut disebut sebagai kompensasi untuk memudahkan masuknya barang impor KW ke Indonesia. Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti senilai Rp40,5 miliar, termasuk uang tunai, mata uang asing, logam mulia, dan barang mewah.

Safe House Khusus Simpan Uang dan Emas

Ruang penyimpanan uang dan emas di safe house

Selain itu, KPK mengungkap adanya safe house khusus yang digunakan oleh oknum pegawai Bea Cukai untuk menyimpan uang dan emas hasil korupsinya. Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menjelaskan bahwa para oknum ini menyediakan tempat penyimpanan khusus untuk barang-barang seperti uang dan logam mulia.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan OTT?

OTT singkatan dari Operasi Tangkap Tangan, yaitu tindakan penangkapan langsung terhadap tersangka korupsi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Siapa saja yang terlibat dalam OTT di Bea Cukai?

Sebanyak 17 orang ditangkap, termasuk 12 pegawai Bea Cukai dan 5 orang dari PT Blueray. Enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Apa tujuan dari OTT ini?

Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Bea Cukai, khususnya terkait pengurusan impor barang ilegal.

Bagaimana cara KPK menangani kasus ini?

KPK melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti. Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti seperti uang, logam mulia, dan barang mewah.

Apakah ada ancaman hukuman bagi tersangka?

Tersangka dapat dijerat dengan pasal-pasal terkait korupsi, seperti Pasal 12 huruf a dan b UU Tipikor, serta Pasal 605 ayat 2 dan Pasal 606 ayat 2 KUHP.

Kesimpulan

OTT yang dilakukan KPK di lingkungan Bea Cukai menunjukkan betapa seriusnya dugaan korupsi yang terjadi di lembaga tersebut. Dengan penangkapan 17 orang dan pengamanan barang bukti senilai Rp40,5 miliar, KPK membuktikan komitmennya dalam memberantas korupsi. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pejabat pemerintah untuk bekerja secara transparan dan akuntabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *