nasional

Gempa di Pacitan, Belasan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

21
×

Gempa di Pacitan, Belasan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

Share this article

Gempa Pacitan: Belasan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak, BPBD Lakukan Asesmen Cepat

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari. Dampaknya terasa hingga kabupaten sekitar seperti Blitar dan Ponorogo, dengan belasan rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kini tengah melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah korban dan kerugian yang terjadi.

Kerusakan Terparah di Kecamatan Nawangan

Kerusakan rumah di Kecamatan Nawangan akibat gempa Pacitan

Menurut data sementara yang dirilis oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, hingga pukul 11.00 WIB, tercatat 12 unit rumah rusak ringan, 3 unit rusak sedang, dan 1 unit rusak berat. Selain itu, satu tempat usaha dan satu kantor terpadu juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Kecamatan Nawangan, kerusakan terparah terjadi di Dusun Blabak dan Dusun Pule. Satu unit rumah di Dusun Blabak mengalami kerusakan berat, sementara satu unit lainnya di Dusun Pule mengalami kerusakan sedang. Kerusakan juga terdapat di Kecamatan Pacitan, Pringkuku, dan Arjosari.

Dampak ke Fasilitas Umum di Ponorogo

Kerusakan kantor terpadu di Ponorogo akibat gempa Pacitan

Selain kerusakan pada rumah warga, gempa juga meluas ke fasilitas umum di Kabupaten Ponorogo. Satu unit kantor terpadu di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tonatan, dilaporkan mengalami kerusakan. Di samping itu, satu rumah warga di Kelurahan Surodikraman tercatat mengalami kerusakan sedang.

“Kerusakan terjadi di kantor terpadu yang berada di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo,” ujar Satriyo.

Koordinasi BPBD dan Pendataan Korban

Personel BPBD Jawa Timur di lokasi gempa Pacitan

Hingga saat ini, personel BPBD dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materiil maupun potensi adanya korban jiwa.

“Korban jiwa masih dalam proses pendataan,” kata Satriyo. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak resmi, sembari menunggu hasil asesmen menyeluruh dari petugas di lapangan.

Informasi Teknis dari BMKG

Peta lokasi episenter gempa Pacitan

Gempa tektonik yang terjadi di Pacitan memiliki kekuatan Magnitudo 6,2 dengan episenter berada di laut, tepatnya di koordinat 8,98 derajat lintang selatan dan 111,18 derajat bujur timur. Lokasi ini berjarak sekitar 89 kilometer ke arah tenggara kota Pacitan, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 58 kilometer.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates, Malang, Mamuri menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

FAQ

Apa penyebab gempa Pacitan?

Gempa Pacitan disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng, sehingga termasuk gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Bagaimana dampak gempa terhadap masyarakat?

Dampak gempa terlihat pada belasan rumah dan fasilitas umum yang rusak. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menghindari informasi tidak resmi.

Apakah ada korban jiwa?

Saat ini, korban jiwa masih dalam proses pendataan. BPBD Jawa Timur dan pemerintah setempat terus melakukan asesmen cepat.

Apa langkah yang dilakukan BPBD?

BPBD Jawa Timur telah menerjunkan personel ke lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga dan melakukan pendataan kerugian.

Bagaimana reaksi masyarakat terhadap gempa?

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

Kesimpulan

Gempa Pacitan dengan kekuatan magnitudo 6,2 menjadi peringatan bagi masyarakat akan risiko bencana alam yang bisa terjadi kapan saja. Meski dampaknya belum sepenuhnya diketahui, upaya BPBD dan pemerintah setempat untuk melakukan asesmen cepat dan memberikan informasi yang akurat sangat penting dalam menjaga ketenangan dan keselamatan warga. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat meminimalkan kerugian dan mempercepat pemulihan di daerah terdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *