Pendapatan Bersih GoTo Naik 21 Persen, Laba Sebelum Pajak Rp62 Miliar di Kuartal III-2025
Perusahaan teknologi ternama Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp62 miliar pada kuartal III-2025. Ini merupakan pertama kalinya perusahaan ini berhasil membukukan keuntungan sebelum pajak setelah beberapa tahun berturut-turut mengalami kerugian. Pencapaian ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan bisnis GoTo yang berupaya mengejar profitabilitas jangka panjang.
Peningkatan kinerja finansial GoTo tidak hanya terlihat dari laba sebelum pajak, tetapi juga dari peningkatan EBITDA yang disesuaikan. Target EBITDA naik dari kisaran Rp1,4 triliun-Rp1,6 triliun menjadi Rp1,8 triliun-Rp1,9 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin efisien dalam mengelola biaya dan meningkatkan pendapatan operasional.
Peningkatan Pendapatan dan Pengguna Aktif
Laporan keuangan GoTo menunjukkan bahwa pendapatan bersih naik 21 persen dibanding tahun lalu, mencapai Rp4,7 triliun. Sementara itu, nilai transaksi bruto (GTV) atau total nilai seluruh transaksi di ekosistem GoTo meningkat 43 persen menjadi Rp102,8 triliun. Jumlah pengguna aktif yang bertransaksi sepanjang tahun juga meningkat 33 persen menjadi 61,1 juta orang, atau sekitar 30 persen dari populasi dewasa di Indonesia.
Kenaikan jumlah pengguna ini didorong oleh pertumbuhan layanan transportasi dan pengantaran makanan, serta peningkatan penggunaan aplikasi fintech seperti GoPay. Pendapatan segmen fintech naik 55 persen menjadi Rp1,5 triliun, sementara laba operasional di sektor ini mencapai Rp136 miliar, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Perluasan Layanan dan Efisiensi Operasional

Di sektor transportasi (mobility), pendapatan naik 11 persen menjadi Rp796 miliar, sedangkan layanan pengantaran (delivery) tumbuh 10 persen menjadi Rp2,4 triliun. GoTo juga memperluas armadanya untuk menjaga jaringan pengiriman tercepat di Indonesia. Selain itu, perusahaan terus memperkuat integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam operasionalnya, yang membantu mempercepat layanan pelanggan, memangkas biaya, serta meningkatkan kepuasan pengguna hingga 6 persen.
Kinerja Keberlanjutan dan Komitmen Lingkungan
GoTo juga mempertahankan peringkat A dalam penilaian keberlanjutan MSCI ESG dan memperbaiki skor keberlanjutan S&P Global. Perusahaan melanjutkan program lingkungan seperti Komunitas Mitra GoFood (KOMPAG) untuk mendorong pengelolaan limbah makanan yang lebih bertanggung jawab. Inisiatif ini menunjukkan komitmen GoTo terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Prediksi Pertumbuhan dan Strategi Bisnis
![]()
Direktur Utama GoTo, Patrick Walujo, menyatakan bahwa pencapaian kuartal III-2025 menjadi tonggak sejarah bagi perusahaan. Momentum ini membuat GoTo optimistis untuk memperkuat kinerja hingga akhir tahun. Ia menekankan bahwa perusahaan akan terus fokus memberikan layanan yang efisien bagi pengguna, sekaligus menjaga pendapatan para mitra pengemudi dan pedagang.
Sementara itu, Direktur Keuangan GoTo, Simon Ho, menjelaskan bahwa peningkatan efisiensi dan pengelolaan biaya menjadi kunci di balik kinerja positif perusahaan. “Kami berhasil mencetak arus kas bebas positif dan mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang sehat di seluruh lini bisnis,” katanya.
FAQ
Apa arti laba sebelum pajak yang dicatatkan GoTo?
Laba sebelum pajak menunjukkan keuntungan perusahaan sebelum dikurangi pajak. Ini menjadi indikator kinerja keuangan yang penting, karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari operasionalnya.
Bagaimana pertumbuhan pengguna GoTo?
Jumlah pengguna aktif yang bertransaksi sepanjang tahun meningkat 33 persen menjadi 61,1 juta orang, atau sekitar 30 persen dari populasi dewasa di Indonesia.
Apa peran teknologi AI dalam operasional GoTo?
Teknologi AI membantu mempercepat layanan pelanggan, memangkas biaya, serta meningkatkan kepuasan pengguna hingga 6 persen.
Bagaimana kinerja keberlanjutan GoTo?
GoTo mempertahankan peringkat A dalam penilaian keberlanjutan MSCI ESG dan memperbaiki skor keberlanjutan S&P Global. Perusahaan juga melanjutkan program lingkungan seperti Komunitas Mitra GoFood (KOMPAG).
Apa target EBITDA GoTo untuk tahun ini?
Target EBITDA GoTo dinaikkan dari kisaran Rp1,4 triliun-Rp1,6 triliun menjadi Rp1,8 triliun-Rp1,9 triliun.
Penutup
Pencapaian GoTo dalam kuartal III-2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil melewati masa-masa sulit dan menuju jalur profitabilitas yang stabil. Dengan pertumbuhan pendapatan, peningkatan pengguna, dan komitmen terhadap keberlanjutan, GoTo siap menjadi salah satu pemain utama di industri teknologi dan layanan digital Indonesia. Momentum ini menjadi dasar kuat untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.










