nasional internasional ekonomi

Pabrik Minyak AS Kewalahan Hadapi Lonjakan Minyak Venezuela, Stok Tidak Laku

20
×

Pabrik Minyak AS Kewalahan Hadapi Lonjakan Minyak Venezuela, Stok Tidak Laku

Share this article

Kilang Minyak AS Kewalahan Hadapi Lonjakan Pasokan Minyak Venezuela

Kilang minyak di kawasan Pantai Teluk Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi tantangan berat akibat lonjakan pasokan minyak mentah dari Venezuela. Pasokan yang tiba secara mendadak menimbulkan kekhawatiran terkait kemampuan pasar untuk menyerap seluruh kargo, sementara harga minyak berat Venezuela tetap relatif tinggi dibandingkan alternatif lain.

Lonjakan Ekspor Minyak Venezuela

Ekspor minyak mentah Venezuela ke AS

Sejak kesepakatan antara Washington dan Caracas senilai US$2 miliar pada bulan lalu, ekspor minyak Venezuela ke AS melonjak drastis. Pada Januari 2026, ekspor mencapai 284 ribu barel per hari, jauh meningkat dari nol sejak pertengahan 2025 setelah sanksi Trump diberlakukan. Sebelumnya, AS sering menyerap sekitar 500 ribu barel per hari minyak Venezuela.

Harga Minyak Berat Masih Mahal

Chevron mengolah minyak mentah

Meskipun harga minyak berat Venezuela sedikit turun, diskonnya masih lebih rendah dibandingkan minyak berat dari Kanada. Saat ini, minyak berat Venezuela ditawarkan dengan diskon sekitar US$9,50 per barel dari harga acuan Brent, padahal sebelumnya hanya US$6 hingga US$7,50 per barel. Hal ini membuat sebagian pembeli enggan membeli karena kualitas dan harga yang tidak kompetitif.

Kesulitan Penyerapan oleh Kilang

Perusahaan seperti Chevron dan Phillips 66 mengeluhkan kesulitan dalam menyerap seluruh pasokan minyak Venezuela. Chevron, yang saat ini hanya diizinkan mengekspor ke AS, meningkatkan impornya menjadi 220 ribu barel per hari pada Januari, naik dari 99 ribu barel per hari pada Desember 2025. Namun, kapasitas kilang hanya mampu mengolah sekitar 150 ribu barel per hari, menyebabkan stok menumpuk.

Peran Perusahaan Dagang Minyak

Vitol dan Trafigura menjual minyak mentah

Perusahaan dagang minyak global seperti Vitol dan Trafigura mendapat lisensi dari AS untuk menjual jutaan barel minyak Venezuela. Meski awalnya berhasil menjual beberapa kargo ke kilang AS dan Eropa, kini mereka kesulitan mencari pembeli. Beberapa tanker Chevron bahkan harus menunggu berhari-hari di pelabuhan sebelum bisa bongkar muatan.

Tantangan Ekspor ke China dan India

Kilang minyak di AS

China, yang sebelumnya menjadi tujuan utama minyak Venezuela, belum menerima ekspor apapun sejak Maduro diculik pada awal Januari. AS melarang pembelian minyak Venezuela dengan harga murah, sehingga Beijing menolak pengambilalihan kendali ekspor oleh Washington. Di sisi lain, India berpotensi menjadi jalan keluar. Reliance Industries sedang mempertimbangkan impor minyak Venezuela, yang bisa membantu menyerap surplus pasokan.

Masa Depan Ekspor Minyak Venezuela

Presiden AS Donald Trump berambisi mengambil sebagian besar ekspor minyak Venezuela ke negaranya. Namun, masalah utama adalah kemampuan kilang AS untuk menyerap seluruh pasokan. Diperlukan waktu untuk kembali mencapai kapasitas maksimum, terutama karena sebagian fasilitas kilang perlu penyesuaian teknis untuk mengolah minyak Venezuela yang lebih berat.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab lonjakan ekspor minyak Venezuela ke AS?

Lonjakan ekspor minyak Venezuela ke AS disebabkan oleh kesepakatan antara Washington dan Caracas senilai US$2 miliar, yang memungkinkan pengiriman minyak yang sebelumnya terhenti akibat sanksi.

Mengapa harga minyak berat Venezuela masih mahal?

Harga minyak berat Venezuela masih relatif mahal dibandingkan minyak berat dari Kanada, meskipun telah ada diskon. Hal ini membuat sebagian pembeli enggan membeli.

Bagaimana kondisi kilang minyak AS?

Kilang minyak AS kesulitan menyerap seluruh pasokan minyak Venezuela karena kapasitas yang terbatas dan perlu penyesuaian teknis untuk mengolah jenis minyak yang lebih berat.

Apakah China masih membeli minyak Venezuela?

China belum menerima ekspor apapun dari Venezuela sejak Maduro diculik pada awal Januari. AS melarang pembelian minyak dengan harga murah, sehingga Beijing menolak pengambilalihan kendali ekspor.

Bagaimana peran India dalam ekspor minyak Venezuela?

India berpotensi menjadi jalan keluar bagi ekspor minyak Venezuela. Reliance Industries sedang mempertimbangkan impor minyak tersebut, yang bisa membantu menyerap surplus pasokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *