Kepala Pabrikan Lepas Indonesia Buka Suara Usai Insiden L8 Patah Komponen As Roda
Kabar menghebohkan terkait kejadian mobil hybrid L8 dari merek Lepas yang mengalami patah komponen as roda saat diuji coba oleh wartawan. Insiden ini terjadi pada uji coba di area speed bump, membuat masyarakat khawatir tentang kualitas kendaraan yang akan diluncurkan di Indonesia. Namun, pihak Lepas Indonesia segera memberikan pernyataan resmi untuk menangani isu tersebut.
Peristiwa yang Memicu Kontroversi

Insiden berawal saat salah satu unit L8 sedang digunakan dalam sesi test drive oleh awak media di Pusdiklantas Polri, Serpong, Tangerang, Kamis (29/1). Saat itu, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok akibat patahnya komponen CV Joint di bagian as roda depan kanan.
Menurut laporan awal, masalah tersebut terjadi karena kondisi jalan yang tidak rata dan kecepatan tinggi selama pengujian. Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, menjelaskan bahwa uji coba tersebut dirancang untuk memperlihatkan kemampuan kendaraan dalam situasi ekstrem.
“Ini kan bumpy test, kalau normalnya sebagai customer kecepatan tidak mungkin (kecepatan) 80-100 km/h,” katanya.
Pernyataan Resmi Lepas Indonesia

Lepas Indonesia segera merespons insiden ini dengan memberikan pernyataan resmi. Mereka menyatakan bahwa masalah tersebut bersifat situasional dan tidak mencerminkan kualitas keseluruhan produk.
Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia, menjelaskan bahwa kegiatan LEPAS L8 Driving Control Challenge dirancang untuk pengalaman berkendara di luar penggunaan harian normal. “Selama pelaksanaan kegiatan, terdapat dinamika situasional yang teramati pada salah satu dari lima unit kendaraan yang digunakan. Kondisi tersebut bersifat individual dan tidak merepresentasikan kondisi maupun karakter keseluruhan lini produk.”
Penjelasan Teknis Mengenai CV Joint

CV Joint atau constant velocity joint adalah komponen penting dalam sistem penggerak roda. Fungsinya adalah untuk mentransmisikan tenaga mesin ke roda sambil tetap memungkinkan gerakan roda yang fleksibel. Jika komponen ini rusak, kendaraan bisa mengalami getaran kuat dan bahkan mogok.
Dalam kasus L8, patahnya CV Joint disebut sebagai hasil dari pengujian dalam kondisi ekstrem. Menurut Lalu Indra, hal ini bisa terjadi pada mobil apa pun jika diuji dengan cara yang sama. “Apa pun mobilnya pasti bakalan seperti itu juga, maksudnya, ibaratnya getarannya tidak selesai-selesai dan itu dalam waktu cepat. It’s normal lah,” jelasnya.
Tanggapan Konsumen dan Masyarakat
Meski pihak Lepas Indonesia menegaskan bahwa insiden ini tidak menggambarkan kualitas produk secara umum, banyak konsumen masih merasa khawatir. Sejumlah netizen mengkritik proses pengujian yang dianggap terlalu keras dan tidak sesuai dengan standar keselamatan.
Namun, Lepas Indonesia menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjaga standar kualitas dan keselamatan. “LEPAS tetap berkomitmen penuh untuk menjaga standar kualitas dan keselamatan tertinggi di setiap tahap pengembangan produk serta dalam setiap pengalaman berkendara yang kami berikan,” kata perusahaan.
Apa yang Harus Diketahui Konsumen?

Bagi calon pembeli, penting untuk memahami bahwa insiden ini terjadi dalam kondisi uji coba yang tidak biasa. Pihak Lepas Indonesia telah menjamin bahwa semua unit yang akan diterima oleh konsumen sudah melalui proses pengujian yang lebih ketat.
Selain itu, merek Lepas juga telah menyiapkan layanan purna jual yang lengkap. Termasuk garansi dan dukungan teknis untuk memastikan pengalaman berkendara yang nyaman dan aman.
(Read also: Dealer Pertama Berdiri di RI, Lepas Target Jual 1 Juta Mobil Global)
FAQ: Jawaban atas Pertanyaan Umum
Apakah insiden ini mengganggu kualitas produk Lepas L8?
Tidak, insiden ini terjadi dalam kondisi uji coba yang tidak biasa. Pihak Lepas Indonesia menyatakan bahwa masalah ini bersifat situasional dan tidak mencerminkan kualitas keseluruhan produk.
Apakah CV Joint mudah rusak?
CV Joint bisa rusak jika digunakan dalam kondisi ekstrem atau tidak diperiksa secara berkala. Namun, dalam penggunaan normal, komponen ini sangat tahan lama.
Bagaimana respons Lepas Indonesia terhadap insiden ini?
Lepas Indonesia langsung memberikan pernyataan resmi dan menjelaskan bahwa insiden ini tidak menggambarkan kualitas produk secara umum. Mereka juga menegaskan komitmen terhadap standar kualitas dan keselamatan.
Apakah mobil L8 siap untuk diluncurkan di Indonesia?
Ya, L8 akan diluncurkan resmi bulan depan. Semua unit akan melalui pengujian yang lebih ketat sebelum dipasarkan.
Bagaimana dengan garansi dan layanan purna jual?
Lepas Indonesia telah menyiapkan layanan purna jual yang lengkap, termasuk garansi dan dukungan teknis untuk memastikan pengalaman berkendara yang nyaman dan aman.
Kesimpulan
Insiden L8 patah komponen as roda menjadi perhatian publik, namun pihak Lepas Indonesia segera merespons dengan transparansi dan penjelasan yang jelas. Meskipun insiden ini terjadi dalam kondisi uji coba yang tidak biasa, perusahaan tetap menegaskan komitmen terhadap kualitas dan keselamatan.
Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa kejadian ini tidak menggambarkan kualitas keseluruhan produk. Dengan pengujian yang ketat dan layanan purna jual yang baik, Lepas Indonesia bertekad untuk memberikan pengalaman berkendara yang terbaik bagi konsumen.












