nasional internasional kesehatan

Siklon Tropis Mendekati Daratan, BMKG Sebut Bahayanya

21
×

Siklon Tropis Mendekati Daratan, BMKG Sebut Bahayanya

Share this article

Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia, BMKG Peringatkan Potensi Dampak Jangka Panjang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa siklon tropis kini semakin mendekati daratan Indonesia. Peringatan ini disampaikan dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana” di Kompleks Parlemen, Jakarta. Menurut Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, fenomena ini bisa meningkatkan risiko cuaca ekstrem dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Wilayah Terdampak Luas Akibat Pola Sirkulasi Angin

Pola sirkulasi angin akibat siklon tropis

Secara geografis, Indonesia berada di dua wilayah utama yang memiliki musim siklon berbeda. Di belahan utara khatulistiwa, musim siklon biasanya aktif dari Mei hingga Desember, sementara di selatan, musim siklon aktif dari November hingga April. Pada November dan Desember, terjadi overlap atau tumpang tindih antara kedua musim tersebut.

Andri menjelaskan bahwa meskipun Indonesia jarang dilintasi langsung oleh badai seperti di Amerika Serikat, Filipina, atau Jepang, dampak cuaca ekstrem dari siklon tropis tetap bisa dirasakan melalui pola sirkulasi angin yang luas.

Dampak Mencapai Jarak 1.000 KM dari Pusat Siklon

Dampak cuaca ekstrem dari siklon tropis

Saat ini, BMKG sedang memantau beberapa siklon tropis di wilayah selatan Jawa yang paling terdampak. Meskipun tidak dilewati badai secara langsung, pengaruhnya bisa mencapai jarak hingga 1.000 km dari pusat siklon. Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca yang signifikan.

“Kita terus pantau, saat ini sedang aktif beberapa siklon tropis di wilayah selatan Jawa yang paling terdampak dampaknya karena secara remote tadi ya, membuat pola sirkulasi angin walaupun kita tidak dilewati badai, tetapi cuaca ekstrem dampak dari pengaruh itu bisa sampai 1.000 km,” jelas Andri.

Ancaman Tidak Hanya Terbatas pada Selatan Jawa

Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem di Indonesia

Dampak dari siklon tropis tidak hanya terasa di wilayah selatan Jawa, tetapi juga bisa menjangkau ibu kota dan daerah sepanjang Pantai Utara Jawa. Pengaruh jangkauan jauh ini disebut sebagai remote effect dari siklon tropis.

“Ini misalkan di selatan Jawa, juga bisa berdampak terhadap Jakarta, juga di kota-kota di Pantura, gitu. Tidak hanya yang di selatan Jawa karena pengaruhnya itu 500 hingga 1.000 km remote effect-nya siklon tropis tersebut,” tambah Andri.

Perubahan Tren Siklon Tropis di Indonesia

Perubahan tren siklon tropis di Indonesia

Secara historis, siklon tropis yang mendekati wilayah Indonesia tergolong jarang. Namun, belakangan ini, fenomena ini mulai menunjukkan kecenderungan bergeser lebih dekat ke daratan. Andri mengutip sejumlah peristiwa siklon tropis yang pernah berdampak ke Indonesia, termasuk siklon pada 2002, Siklon Cempaka pada 2017, Siklon Seroja, hingga yang terbaru yaitu Siklon Senyar.

“Jadi semakin ke sini, si siklon itu semakin mendekat ke daratan, bergeser. Nah, inilah yang artinya kita 10 tahun, 20 tahun ke depan itu akan menghadapi ancaman serupa,” ujarnya.

FAQ

Q: Apa yang dimaksud dengan siklon tropis?

A: Siklon tropis adalah sistem cuaca berputar yang terbentuk di atas laut tropis, umumnya di atas permukaan air yang hangat. Fenomena ini dapat menyebabkan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Q: Bagaimana dampak siklon tropis terhadap Indonesia?

A: Meskipun Indonesia jarang dilintasi langsung oleh siklon tropis, dampaknya bisa dirasakan melalui pola sirkulasi angin yang luas, mencapai jarak hingga 1.000 km dari pusat siklon.

Q: Apa yang dikhawatirkan oleh BMKG?

A: BMKG khawatir tentang peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, terutama akibat pergeseran siklon tropis yang semakin dekat ke daratan.

Q: Apakah Indonesia rentan terhadap bencana alam akibat siklon tropis?

A: Meskipun Indonesia tidak sering dilintasi langsung oleh siklon, potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang tetap ada, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.

Q: Bagaimana masyarakat bisa mempersiapkan diri menghadapi ancaman ini?

A: Masyarakat disarankan untuk mengikuti informasi cuaca dari BMKG, memperhatikan peringatan dini, serta melakukan persiapan seperti pengelolaan air dan evakuasi jika diperlukan.

Kesimpulan

Peringatan dari BMKG menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang semakin meningkat. Dengan pergeseran tren siklon tropis yang semakin dekat ke daratan, Indonesia perlu meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga meteorologi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks. Dengan pemantauan yang baik dan edukasi yang tepat, risiko bencana alam dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *