Otomotif Teknologi

Strategi Maxus Indonesia Menghadirkan Mobil Listrik Tahun Ini

19
×

Strategi Maxus Indonesia Menghadirkan Mobil Listrik Tahun Ini

Share this article

Penjualan Mobil Listrik Maxus Indonesia Masih Rendah, Tahun Ini Berupaya Perbaiki Brand Image

Penjualan mobil listrik di Indonesia masih menjadi tantangan bagi sejumlah merek asing. Salah satunya adalah Maxus Indonesia, yang mengakui kinerja penjualan pada 2025 belum memenuhi ekspektasi. Dengan pangsa pasar di bawah 0,1 persen, perusahaan ini berkomitmen untuk meningkatkan citra merek dan memperkuat posisi di pasar dalam negeri.

Maxus Indonesia saat ini menawarkan dua model MPV listrik, yaitu Mifa 7 dengan harga Rp750 juta dan Mifa 9 yang lebih mahal, seharga Rp888 juta. Meski memiliki desain modern dan teknologi canggih, penjualan kedua model ini masih terbatas. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa selama 2025, Maxus hanya menjual 192 unit.

Kondisi ini jauh tertinggal dibandingkan merek lain seperti Xpeng dan Denza. Xpeng, yang baru memulai aktivitas retail pada Juli 2025, berhasil menjual 824 unit, sementara Denza mampu menjual 7.324 mobil listrik dalam kurun waktu yang sama. Angka ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik Indonesia sedang berkembang pesat, tetapi tidak semua merek mampu mengambil bagian.

Strategi Penguatan Brand Image dan Jaringan Penjualan

Maxus Indonesia dealer expansion strategy in Jakarta

National Sales & DND Head Maxus Indonesia, Elisa Tobing, mengakui bahwa penjualan tahun lalu memang jauh dari harapan. Ia menyebutkan bahwa salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengenalan merek di pasar Indonesia, terutama di segmen kendaraan listrik premium yang semakin kompetitif.

“Intinya kami coba angkat yang namanya brand image,” ujarnya saat ditemui di PIK, Rabu (4/2). Menurut Elisa, upaya penguatan citra merek akan menjadi fokus utama Maxus dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas jaringan diler. Saat ini, Maxus berencana membuka hingga 20 dealer selama 2026. “Kami enggak ada target spesifik sebelum 20 dealer running, dan memang kami sedang benahi ini,” tambah Elisa.

Fokus pada Layanan Purnajual dan Pemasaran Agresif

Maxus Indonesia customer service and after-sales support team

Elisa juga menjelaskan bahwa Maxus akan meningkatkan layanan purnajual sebagai bagian dari strategi penguatan merek. Selain itu, perusahaan akan menerapkan strategi pemasaran yang lebih agresif untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk mereka.

Meskipun belum memberikan informasi lebih lanjut tentang rencana peluncuran model baru, Elisa menegaskan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan sumber daya manusia baik di bidang penjualan maupun purnajual. “Kami juga enggak muluk, bagaimana tetap eksis dan melayani pasar Indonesia dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Tantangan Pasar Mobil Listrik Indonesia

SPKLU charging station in Jakarta

Pasar mobil listrik di Indonesia terus berkembang, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah infrastruktur pengisian daya atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Saat ini, Indonesia memiliki 4.778 SPKLU, yang ditargetkan mencapai 192 ribu pada 2034.

Selain itu, insentif pemerintah untuk mobil listrik juga mulai dikurangi, sehingga membuat para produsen harus lebih bersaing dalam menawarkan produk dan layanan yang menarik.

Kesiapan Maxus untuk Tahun 2026

Maxus Indonesia future growth plan for 2026

Dengan berbagai strategi yang telah dirancang, Maxus optimistis bahwa kinerja penjualan pada 2026 akan menunjukkan perbaikan. Meski belum memberikan target spesifik, perusahaan tetap berkomitmen untuk terus memperkuat citra merek dan memperluas jaringan penjualan.

“Kami akan terus menambah jaringan penjualan hingga 20 dealer selama 2026,” ujar Elisa. Dengan demikian, Maxus berharap dapat meningkatkan pangsa pasarnya dan menjadi salah satu merek mobil listrik ternama di Tanah Air.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa kendala utama penjualan mobil listrik Maxus Indonesia?

Kendala utama Maxus Indonesia adalah keterbatasan pengenalan merek di pasar Indonesia, terutama di segmen kendaraan listrik premium.

Bagaimana strategi Maxus untuk meningkatkan penjualan?

Strategi Maxus meliputi penguatan brand image, peningkatan layanan purnajual, dan ekspansi jaringan diler hingga 20 dealer pada 2026.

Apakah Maxus akan meluncurkan model baru tahun ini?

Saat ini, Maxus belum memberikan informasi lebih lanjut tentang peluncuran model baru, tetapi sedang mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Bagaimana kondisi pasar mobil listrik Indonesia saat ini?

Pasar mobil listrik Indonesia sedang berkembang pesat, tetapi masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur pengisian daya dan insentif pemerintah yang berkurang.

Apa target Maxus untuk 2026?

Maxus berkomitmen untuk meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisi di pasar mobil listrik Indonesia melalui ekspansi jaringan dan strategi pemasaran yang lebih agresif.


Kesimpulan

Maxus Indonesia menghadapi tantangan dalam penetrasi pasar mobil listrik, tetapi dengan strategi penguatan brand image dan ekspansi jaringan, perusahaan berharap bisa meningkatkan kinerja penjualan pada 2026. Dengan komitmen untuk memberikan layanan terbaik dan memperluas jaringan diler, Maxus siap bersaing di pasar yang semakin dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *