berita nasional Teknologi

TikTok Menyangkal Isu Tokopedia Tutup Diganti TikTok Shop

26
×

TikTok Menyangkal Isu Tokopedia Tutup Diganti TikTok Shop

Share this article

Tidak Benar, TikTok Bantah Isu Tokopedia Tutup dan Diganti TikTok Shop

Kabar yang beredar di media sosial mengenai rencana penutupan aplikasi Tokopedia dan penggantiannya oleh TikTok Shop akhirnya mendapat respons langsung dari pihak TikTok. Juru Bicara perusahaan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar. Pernyataan ini menjadi jawaban atas spekulasi yang muncul setelah adanya perubahan kepemilikan saham antara GoTo dan ByteDance.

Menurut keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Juru Bicara TikTok menyampaikan bahwa perusahaan tetap berkomitmen terhadap investasi di Tokopedia serta pasar Indonesia. “Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia,” ujar Juru Bicara tersebut. Ia menambahkan bahwa Tokopedia akan terus beroperasi secara penuh dengan fokus pada pengalaman pengguna dan pembeli, demi memastikan pertumbuhan jangka panjang.

Tim TikTok dan Tokopedia bekerja sama dalam proyek digital

Spekulasi Mulai Beredarkan Sejak Akhir 2025

Akun media sosial X @ecommurz dengan informasi tentang Tokopedia

Isu tentang penutupan Tokopedia mulai beredar sejak akhir 2025, terutama setelah akun media sosial X @ecommurz menyebarkan informasi yang menyatakan bahwa Tokopedia akan ditutup dan digantikan oleh TikTok Shop. Dalam postingannya, akun tersebut mengklaim bahwa sumber internal menyebutkan bahwa aplikasi Tokopedia akan dihapus dan TikTok Shop akan hadir sebagai aplikasi terpisah.

Perlu diketahui, isu ini muncul sepekan setelah TikTok mengganti Melissa Sisa Juminto dari posisi CEO menjadi komisaris. Melissa adalah sosok yang telah memimpin Tokopedia sejak perusahaan e-commerce tersebut didirikan oleh William Tanuwijaya. Saat ini, William menjadi bagian dari GoTo, perusahaan induk yang juga memiliki saham di Tokopedia.

Perubahan Kepemilikan Saham dan Pengurangan Karyawan

TikTok Shop sebagai platform belanja online yang populer

Pada Januari 2024, GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance, induk usaha TikTok. Sejak saat itu, terjadi penyesuaian struktur organisasi dan pengurangan jumlah karyawan. Menurut laporan CNBCIndonesia, hingga Agustus 2025, sekitar 420 karyawan terdampak PHK. Angka ini mencakup 180 karyawan yang di-PHK pada Juli dan 240 karyawan yang di-PHK pada Agustus.

Pemangkasan tenaga kerja tersebut dilakukan di berbagai divisi, termasuk IT, customer care, tim pemenuhan pesanan (fulfillment), dan gudang. Meskipun demikian, TikTok tetap berkomitmen untuk menjaga operasional Tokopedia agar tetap berjalan lancar.

TikTok Shop Dianggap Lebih Menguntungkan

Selain isu penutupan Tokopedia, TikTok juga sedang menghadapi sorotan terkait kebijakan insentif bagi pedagang. Menurut laporan, TikTok memberikan subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang China yang ingin berdagang di TikTok Shop. Namun, insentif serupa tidak diberikan kepada pedagang lokal di Indonesia.

Meski demikian, TikTok tetap menjadi aplikasi media sosial dengan jumlah download terbanyak di Indonesia. Sementara itu, Tokopedia masih menjadi aplikasi retail ketiga terbesar dalam hal jumlah unduhan. Meski berbeda kategori, TikTok membukukan nilai transaksi terbesar di pasar Indonesia.

Apa yang Harus Diketahui Pengguna?

Pengguna Tokopedia melakukan pembelian di aplikasi

Bagi pengguna Tokopedia, kabar penutupan dan penggantian dengan TikTok Shop tidak benar. Aplikasi Tokopedia akan tetap beroperasi seperti biasa. Pengguna bisa terus menggunakan layanan Tokopedia tanpa khawatir akan penutupan. Namun, masyarakat tetap perlu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama jika tidak berasal dari sumber resmi.

FAQ

Apakah TikTok Shop akan menggantikan Tokopedia?

Tidak, TikTok Shop tidak akan menggantikan Tokopedia. Pihak TikTok secara resmi membantah informasi tersebut.

Apa alasan isu penutupan Tokopedia muncul?

Isu ini muncul setelah adanya perubahan kepemilikan saham dan pengurangan karyawan di Tokopedia.

Apakah TikTok Shop lebih unggul daripada Tokopedia?

Secara nilai transaksi, TikTok Shop lebih besar, tetapi Tokopedia tetap menjadi salah satu aplikasi retail terbesar di Indonesia.

Apakah pengguna harus beralih ke TikTok Shop?

Tidak ada keharusan. Tokopedia akan tetap beroperasi dan bisa digunakan seperti biasa.

Apa yang perlu diperhatikan pengguna?

Pengguna disarankan untuk hanya mengikuti informasi resmi dari sumber terpercaya, bukan dari media sosial yang tidak jelas sumbernya.

Kesimpulan

Kabar penutupan Tokopedia dan digantikan oleh TikTok Shop tidak benar. TikTok secara resmi membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada operasional Tokopedia. Meski terjadi perubahan kepemilikan saham dan pengurangan karyawan, Tokopedia tetap akan beroperasi. Bagi pengguna, penting untuk selalu memverifikasi informasi sebelum percaya sepenuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *