nasional

Update Kekacauan Gempa Pacitan di DIY: 15 Orang Luka, 14 Bangunan Rusak

15
×

Update Kekacauan Gempa Pacitan di DIY: 15 Orang Luka, 14 Bangunan Rusak

Share this article

Gempa Pacitan di DIY: 15 Orang Terluka, 14 Bangunan Rusak

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari (6/2) menimbulkan dampak signifikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 15 warga Bantul dilaporkan mengalami luka akibat gempa tersebut. Sementara itu, 14 bangunan di berbagai daerah DIY mengalami kerusakan.

Korban Luka Dirawat di Berbagai Fasilitas Kesehatan

Rumah sakit Bantul pasca gempa

Menurut data terbaru dari Pusdalops BPBD Bantul, korban luka kini mencapai 15 orang dan sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi tempat perawatan antara lain RS PKU Muhammadiyah, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatama, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, dan RSU Prambanan.

Kerusakan Bangunan di Bantul dan Yogyakarta

Balai Kampung Tahunan Yogyakarta

Jumlah bangunan yang rusak di Bantul mencapai 13 unit, tersebar di beberapa kecamatan seperti Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, dan Pajangan. Kerusakan meliputi 7 titik rumah, 2 titik tempat ibadah, 2 titik fasilitas pendidikan, serta masing-masing 1 titik fasilitas pemerintah dan kesehatan.

Di Kota Yogyakarta, sebuah balai milik Kampung Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, juga mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan terjadi pada bagian rangka atap bangunan.

Data BMKG: Gempa Tektonik Dangkal

Peta gempa Pacitan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi tektonik ini memiliki magnitudo 6,2 dengan episenter berada di laut, sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan. Gempa terjadi pada pukul 01.06.10 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik atau thrust fault.

Intensitas Getaran yang Dirasakan

Peta intensitas gempa Pacitan

Getaran gempa utama dirasakan cukup luas. Intensitas IV MMI dirasakan di Pacitan, Bantul, dan Sleman, sementara III MMI dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, hingga Madiun. Getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Tuban, Jepara, dan Denpasar.

Gempa Susulan Terjadi Pasca Gempa Utama

Pasca gempa utama, BMKG mencatat sejumlah gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil. Meski tidak menimbulkan ancaman tsunami, gempa ini tetap menjadi perhatian bagi masyarakat setempat.

FAQ

Apa penyebab gempa Pacitan?

Gempa ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng, dengan mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrust fault.

Berapa jumlah korban luka di Bantul?

Sebanyak 15 orang warga Bantul terluka akibat gempa Pacitan.

Apakah ada korban jiwa?

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Bagaimana kondisi bangunan yang rusak?

14 bangunan di Bantul dan Yogyakarta mengalami kerusakan, termasuk rumah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

Apa rekomendasi dari BMKG terkait gempa ini?

BMKG merekomendasikan masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait.

Kesimpulan

Gempa Pacitan yang terjadi pada Jumat dini hari memberikan dampak signifikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, sebanyak 15 orang terluka dan 14 bangunan mengalami kerusakan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG. Dengan respons cepat dan koordinasi yang baik, dampak gempa dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *